Langsung ke konten utama

Ketika sesuatu itu bukan milikmu, ....ikhlaskah?

Suara rantai pagar itu menggangguku...

Pagi2 di hari minggu, yg notabene hari kedua libur di long weekend kali ini.

Aaaaaah, sungguh annoying, lagi enak2 tidur2an, harus melongokkan kepala keluar utk melihat siapa pengganggu itu.

"ah, pak Banta... bentar ya!", sahutku. Ternyata Pak Banta, org yg suka membantuku di rumah.
Hari ini langkahnya riang, senang sekali. Karena, beliau bakal menerima uang ratusan juta akibat memenangkan hadiah langsung.
Sungguh saya takjub, karena saya tahu, beliau orang baik, rajin ibadah dan memang sangat membutuhkan uang itu.
Jadi begini ceritanya, sehari sebelumnya, sabtu siang, kami sekeluarga dihebohkan oleh berita Bapak ini memperoleh hadiah sebuah unit Kijang Innova dari Unilever, dalam rangka HUT unilever yg ke-75. kami sempat sangsi, apakah ini modus penipuan yang lain, ato bagaimana.

"Pak Banta, darimana dapat kupon ini?", tanyaku yang memang memperhatikan dengan detil kupon berlogo unilever, tercetak rapih, dengan embel2 nomor legal undian dari pemerintah.

"Ini saya dapet dari dalam bungkus Molto sachet. Pas dibuka sama istri, ko ada bungkusan lain, ada ini nih...", beliau menunjukan ke secarik kertas dilaminating, yang masih terlihat sisa hologram yg sudah digosok.

"disitu, tertulis saya dapat Kijang innova, ada passwordnya jg", jawab beliau.
Saya masih tidak yakin, "Bapak yakin? itu dari dalam bungkusnya? Wah, klo gitu, ini asli nih pak. Intinya, klo kita hubungin nomor yang ada disini, trus mereka minta2 uang kalo mau dpt hadiah, nah itu baru penipuan. Tapi, klo ada di dalam bungkus molto, spertinya asli nih!", jawab saya takjub n bersyukur melihat rezeki Pak Banta yang bagus.

Jadi sibuklah kami smua utk menghubungi nomor yang tertera di kertas itu. Wangi moltonya masih tercium samar2 dari kertas itu. mhhh...
Tapi nomor yang dikatakan Toll Free itu, tidak juga bisa dihubungi. "ah, mungkin libur krn hari minggu", kata ayah bijak.
Adik saya mengambil bungkus Molto yang besar, yang biasa kami pakai di rumah. "Coba nih, pake nomor ini, kali2 nyambung"

Kemudian, sadarlah kami.

Kok...nomornya beda. Barulah kita sadar. there's something weird in here. how come unilever has so many numbers for customer service??? piye...

Saya serta merta buka notebook, dan meng-googling "Promo Unilever 75" serta browsing ke website original Unilever. Dan saya menemukan blog, dimana seseorang telah memposting ttg promo ini, yang ternyata, ini smua modus penipuan yang baru.
Karena masih tidak yakin dengan smua tulisan di blog tsb, akhirnya saya mengontak nomor yang ada di bungkus besar. Dan terjawablah semua.

"iya mba, tidak ada promo ulang tahun unilever saat ini. Kalau pun ada, pasti di bungkus luar sachet tertulis promonya, dan akan diberitakan secara besar2an di TV"

Pak Banta, langsung terdiam. Bayangan Ia akan segera memperoleh uang banyak, bayangan akan segera memperbaiki rumah, uang utk usaha buka warung dan lain sebagainya... lenyap sudah.

Tidak tega rasanya. Jahat sekali...sungguh jahat! Molto sachet itu disisipi kupon palsu. targetnya orang2 menengah ke bawah, yang akan teriming2i utk mendapat uang/hadiah bernilai ratusan juta rupiah, dan akan serta merta menyanggupi "biaya" ini itu yg mungkin berkisar 3-5jt rupiah. Yah, mungkin mereka berpikir, lebih baik berkorban dulu sedikit, kemudian dapet segemplok!

Setelah terbang ke langit, tinggi...tinggi....
Kemudian langsung dihempaskan ke bumi.
Pedih!

Sedih. Tidak tega. Melihat Pak Banta hari itu pulang dengan langkah gontai karena menghadapi realita. Bayangan kaya mendadak, hilang sudah. Ternyata belum ada rezeki utk beliau. Mungkin dia akan menjelaskan ke istrinya, dan saya membayangkan wajah istrinya yang kecewa. Anak-anaknya.
Tega...tega bgt! Tapi sungguh hebat beliau, kami bisa melihat, bagaimana dia menekan perasaannya, bagaimana dia berusaha utk ikhlas, bahwa Allah masih menyayangi dia utk tidak tertipu. Dan mungkin, kalau memang benar ia mendapat uang ratusan juta, itu smua tidak akan membuatnya jadi lebih baik, bagi dia, keluarga ataupun agamanya.

Pelajaran buat saya, dan kita smua. Utk belajar ikhlas. Terhadap apa pun itu. Bukan hanya harta, tapi karir, keluarga, persahabatan dan segalanya yg bukan milik kita, tapi milik Allah SWT.

Hanya peringatan. Setelah kami analisa, terdapat banyak kejanggalan dalam modus penipuan kali ini:
- Bungkus luar tidak terdapat info promo
- Kupon berupa printing dan dibungkus secara konvensional
- Adanya nomor yang berbeda2, setelah diperhatikan, ada nomor yang menggunakan provider Fren (tidak Toll free)
- Ada kesalahan cetak tulis pada kupon. Seharusnya "PENDUKUNG" tapi tertulis "PENDUKUN". tidak mungkin perusahan skala multinasional sangat ceroboh, bukan?

nb. Foto2 tidak bsia diupload dulu nih. gomen ya!

Jika anda menemukan kupon semacam ini. Jangan terlalu berharap. Ini Penipuan. Kemungkinan besar, ada oknum yang membongkar bungkusan sachet molto asli, dan men-sealed kembali setelah memasukan kupon palsu. Atau, memang ada produk Unilever palsu yang beredar.

Jadi berhati-hatilah. Be smart. dan yang pasti Be Ikhlas.

Komentar

CaNdLe LiGhT mengatakan…
duh... kasian ya pak banta...

ngemeng-ngemen soal penipuan, nyokap pernah jadi korban loh mbak. untungnya cuman 1,5jt yang raib digondol penipu *kok masih untung ya? hahaha... aneh!*

ati-ati aja ah mulai sekarang.
Kristina Dian Safitry mengatakan…
ya ampuun..jahat amat. tapi emang begitula yg namanya penipuan. sebuah kejahatan yg luas biasa hebat.
lovaria mengatakan…
aduh mega... kasian yaa si pa banta, pasti hati nya hancur deh... harapan fatamorgananya pupus.. kejam banget deh yang nipu,,,
untung cuma ngehancurhin hati doank gak sampe nguras duit nya pak banta.. :)
lovaria mengatakan…
aduh mega... kasian yaa si pa banta, pasti hati nya hancur deh... harapan fatamorgananya pupus.. kejam banget deh yang nipu,,,
untung cuma ngehancurhin hati doank gak sampe nguras duit nya pak banta.. :)

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…