Langsung ke konten utama

eclipse tadi malam

Akhirnya...

Nonton juga twilight eclipse. Ini salah satu film yang saya tunggu2, karena ada abang jacob-nya. hiihihih

duh jacobbb..bikin lemesss..hihihi

Film fiksi ini memang sebetulnya untuk remaja, ga aneh kemaren di bioskop penuh sama ABG, dan tiap kali jacob ato edward muncul, pasti ada jeritan gemes yg tertahan dari penonton. hihihi *termasuk saya*, yang kerjaannya remes tangan suami klo liat jacob muncul, bikin dia jd mengkel. hihi

Tapi untuk kategori remaja, memang film ini rada vulgar, ga aneh kalo banyak orang tua di USA menentang penayangan film ini. Banyak adegan yang terlalu panas (menurut saya) untuk ditonton anak SMP. Mereka mengekspresikan cinta tidak seperti remaja pada umumnya, berlebihan menurut saya. Salah besar kalau bawa anak di bawah umur untuk nonton film ini.

Saya sempat baca review di detikhot, dan menurut saya review ini berimbang dan oke banget. Pesan moral yg dibawa film ketiga twilight ini memang cukup mencengangkan, di tengah gaya hidup remaja masa kini yg mulai melewati batas dan bikin geleng-geleng kepala.

Di film ini, saat Bella Swan ingin sekali melepas keperawanannya utk sang terkasih, Edward cenderung sangat kuno dan bertahan dengan pendapat pernikahan adalah segalanya. Hubungan suami istri pun baru bisa dilakukan setelah menikah.

Kuno? ya untuk orang barat.. Bahkan di timur pun sudah mulai kebarat-baratan. Ini mengingatkan saya kepada budaya asli kita, dan saya bangga akan itu. Serta merasa salut bagi pria yg bisa menahan hasratnya dan mengontrol pasangannya demi sebuah kesucian pernikahan. Haree genee getooo...


Pict taken here

Komentar

ossy mengatakan…
aku jg pengeen nontoooon.. tp belum bs ke bioskop euy..
ega mengatakan…
nontoonn syyy..buat cuci2 mata..hahahaha...

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…