Langsung ke konten utama

AL IZ WELL

Confession! IM IN LOVE TOTALLY WITH 3 IDIOTS!

okay...
pengakuan yg lain, saya baru nonton film ini, pdhl boomingnya bbrp bulan yg lalu..hehehehe *malu2*

Dulu saya jatuh cinta ama slumdog millionaire, film sederhana, tp dengan dramatisir yg pas, ga kerasa 'bollywood'nya, tapi pesan yg disampaikan menyentuh dan bagus. Dibanding Kuch Kuch hotahai yg India bgt, walo saya suka jg (hehehe), Slumdog punya taste yg beda.

Tapiiiiiii....setelah nonton 3 idiots, saya langsung menilai, Slumdog kalah jauuhhhh!

3 Idiots. Saya tertawa, saya menangis, saya terharu. Film ini bikin mata saya terpaku ke layar. Tidak mau melewatkan satu scene pun. Setiap adegan terlihat menarik. Setiap pesan menyentuh dan mudah dicerna.

Nuansanya jauhhh bgt dari gaya film India yg lebay or terlalu ngimpi-ngimpi. Film ini menurut saya, film India yg realistis. jarang-jarang kan? tapi tetep ada nari-nari juga ko. hehehe

Sedikit review, film ini bercerita ttg persahabatan 3 mahasiswa di sbuah kampus teknik ternama di India. Mereka bertiga punya latar belakang berbeda2, baik ekonomi, cita-cita, dan background keluarga.

Kesamaannya? mereka berada dalam suatu sistem pendidikan yg angkuh. Sistem pendidikan kaku yg mengkedepankan kompetisi seperti mesin tanpa melihat bahwa pelaku di dalamnya memiliki jiwa. Banyak yg tumbang di tengah jalan krn frustasi, sebagian ada yg bunuh diri.

Tapi salah satu dari 3 sahabat ini tidak bisa menerima sistem itu. Dia satu-satunya yg berjiwa dan berusaha mengembalikan tujuan utama KENAPA mereka kuliah. Bukan hanya untuk ijazah. Bukan utk bisa lulus kemudian gampang cari kerja. Tapi untuk memahami ilmu pengetahuan itu sndiri, agar bisa bermanfaat utk org banyak.

Rancho namanya. Dialah si pemberontak sistem. Dia tidak suka konsep menghapal. Dia tidak suka mengkopi apa kata text book. Dia ingin konsep memahami. Dia ingin pahami, apa yg disampaikan oleh text book dan dosen, sehingga dia tau bagaimana memakai ilmu tersebut. Rancho-lah org selalu berpikir optimis, bahwa everything is gonna be okay! makanya dia punya mantra jika mengahadapi masalah.. AL IZ WELL.. (all is well), mind the grammar, begitulah org indihe suka campur-campur tata bahasa enggresnya.

si 3 sekawan, Farhan, Rancho dan Raju. Btw, Ranchonya ganteeeng ih!

Kalau dipikir2, kondisi pendidikannya ga jauh beda ya dgn sistem di Indonesia. Kita dituntut untuk mendapatkan nilai tinggi, sehingga terkadang, menghalalkan segala cara demi nilai tinggi. Belajar SKS (sistem kebut semalam), bikin kebetan, mencontek, ato mencoba cari bocoran. Utk apa? Biar lulus, biar dapet nilai bagus. Tapi? setelah ujian, smua yg dah masuk otak lgsg hilang.

Selain itu, load yg terlalu tinggi di setiap jenjang. Ini mulai terasa di jenjang SMP, SMU dan Universitas. Buku hapalan yg kelewat tebel, tapi praktiknya sedikit skali. Jadi kita kayak nelen buku aja. Tapi klo mo eksekusi prakteknya, langsung plenga plengo. Klo liat tumpukan halaman ketika mau ujian, saya pengen bgt punya kantong Doraemon yg bs keluarin "roti pengapal", supaya tinggal saya tempel tu roti di buku, saya makan, lgsg saya hapal. Ujian lulus deh.

Terlebih lagi, pada kenyataannya, banyak lulusan sarjana yg ga siap kerja. Kenapa? ya itu tadi, dia boleh lulus gemilang dgn predikat cum laude, dimana nilai A dan B beranak pinak di transkripnya. Tapi, ilmunya sebatas hapalan, dan ga bisa dia terapkan di lapangan. Alhasil, ketika menempuh karir di kantor, belajar lg dari awal. Ijazah? cuma buat seleksi masuk aja. LAlu bagaimana jika tidak ada kantor yg membutuhkan spesifikasi yg ditawarkan si ijazah? mo kerja sendiri? skillnya mana? masa bermodal hapalan?

Pesan lain yg saya suka selain banyaknya kisah2 solidaritas persahabatan di antara mereka bertiga adalah LAKUKAN APA YG KAU CINTAI. Bekerja bukan utk hanya cari uang, tapi untuk kepuasan, and AL IZ WELL. I love it.

pict taken from here and hereee

Komentar

ossy mengatakan…
gw juga sukaaaaa
ega mengatakan…
ga lama setelah gw nonton dvdnya, ada di tipi ossyy...tp ga smpet nonton...
hebat ya pelem indihe...
lovaria mengatakan…
aku belum ntn.. pinjem donk dvd nyaa

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…