Langsung ke konten utama

kota layak anak

"buuu...mo ambil bola buuu", paduan suara anak2 itu kembali terdengar.

huuuhh...kesal! Anak saya, Allena Quinnara jadi terbangun dari tidur siangnya, karena anjing saya langsung menyalak merespon paduan suara itu.

Sudah yg kesekian kalinya anak2 itu berteriak2 minta diambilkan bola hasil tendangan nyasar dan berakhir di pekarangan rumah saya. Biasanya saya akan keluar dan menegur mereka. 

"Dek! Pindah mainnya, jangan di depan rumah ini. Kalo bolanya masuk lagi, tidak akan saya kembalikan!", ancam saya utk yg entah keberapa kalinya. Sore tadi, kembali terulang. Begitu saya membuka pintu, tim paduan itu langsung kocar kacir, meninggalkan satu anak laki2 gendut. Cuma dia yg berani utk bertahan. Menurut saya, anak ini si empunya bola, dia akan bertahan meski dimarahi asal bolanya kembali. mhhh....

Setelah bolanya dikembalikan, saya biasanya ngomel2 dl. Huhh dasar anak nakal!

well, setelah saya pikir2. Dasar apa saya melabel mereka anak nakal?? Salahkah bermain bola? Itu bukan salah mereka. Sudah sewajarnya anak2 bermain. Yang salah apa? Tidak adanya fasilitas yg layak utk mereka beraktifitas. Ini yang membuat mereka bermain di tempat yg tidak sesuai. Misalnya di jalanan depan rumah saya..rrrrr...

Saya kembali ingat masa kecil saya. Saya tidak menemukan kesulitan dalam bermain. Dulu saya tinggal di komplek PT Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe. Komplek khusus pegawai ini mempunyai fasilitas sangat sangat lengkap, dari fasilitas olahraga, bermain anak, pendidikan, kesehatan atau pun perniagaan. Warga tinggal mengayuh sepeda utk mencapai fasilitas tersebut. Aman dan nyaman. 

Sekarang2 ini, masalah perkotaan yg semakin padat membuat kita hidup seadanya. Asal bisa makan, asal bisa tidur, asal bisa kerja. Boro2 deh mikirin tempat main anak! doh! Ini masalah lho sebenarnya.  Hyperbolic? well, menurut saya ngga. Yah, anak2 kan aset bangsa, tumbuh kembangnya mesti diperhatikan, for sure. Siapa sangka anak gendut tadi 30 tahun lagi will be the next SBY?? or the baby Quinnara is the next Sri Mulyani?? (amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin...*khusyuk*) hihi *#1 fan of SMI*

Tidak semua sih org cuek bebek. Saya bekerja di developer property sebagai arsitek lanskap. Saya dan tim concern utk membuat hunian layak tinggal. Saya pun lebih concern how to keep our dwelling green and comfort. Tidak hanya hijau, saya pun berpikir utk memanfaatkan hijauan sebagai fasilitas warga dan anak2 berinteraksi. Semoga deh taman2 yang saya disain ga cuma dipake ama PRT rumpi2 or rrrrr...pacaran. (eh rumpi2 n pacaran itu interaksi juga yah). Maksudnya interaksi yg positif tentu. hehe

Ternyata pemerintah cukup peduli lho. Saya amaze aja. Baru2 ini saya nonton talkshow di salah satu TV swasta, ada dialog dengan menteri pemberdayaan wanita dan perlindungan anak. Dia dan tim juga peduli masalah ini sehingga meluncurkan program kota/kabupaten layak anak. Kota dimana anak2 bisa tumbuh kembang secara optimal.

mhhh..utopia bgt ya? tapi setidaknya, dengan adanya wacana seperti ini, smoga terwujud program2 siap eksekusi di brbagai wilayah sebagai pilot projectnya. Biar sedikit2 kan lama2 jadi bukit juga. Sapa tau smua kota bisa jadi layak utk anak2.  Hayuklah!! Saya ikut dukung! Moga2 kalo kita ga bisa menikmatinya, minimal anak cucu...ya tak??

Komentar

lovaria mengatakan…
buu.. mau ambil allena buuu... *giggle*

yup moga2 bukan cuma berupa dialog aja ya program kota/kabupaten layak anak nya,, semoga bisa terlaksana.. trus panggil gw sebagai designerny! ahay!

bu artikel proses lahiran allena nya mana?? *nunggu2in dr kemaren*
ega mengatakan…
ihh ngarep proyek pemerintahan loo..nyiihihihi

oia...belum post ttg proses brojol, okehh eike siapin duluu..mumpung msih anget2 kuku...hihi

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…