Langsung ke konten utama

heavenly phuket

sumpah, saya suka sekali phuket island, im thinking of going back to phuket. I love the sandy beach, the warm windy day, the crystal blue water and thai milk tea.

okeehh! siap2 ngiler! hiihihi

Kami berangkat dari Bogor menuju Soetta hari jumat siang dengan menggunakan bus DAMRI (Rp 30.000/org). Sesampainya disana langsung siap2 cek in. sekarang sudah bener2 free fiskal, u dont need to have NPWP to have that privilege. Saat cek in kami membayar airport tax sebesar Rp 150.000 dan kemudian lanjut dengan menunggu utk boarding di executive lounge (free karena dapet privilege dari BRI credit card). Lumayan, makan minum mpe buncit, santai plus internetan pake PC. Selama nunggu di executive lounge, saya sempet sekali mompa ASIP, yay! calon oleh2 pertama utk Allena.

Kemudian menjelang jam 5 sore, kami siap2 menuju pesawat yang akan membawa kami ke phuket selama 3 jam perjalanan. Saat di udara, agak tidak nyaman, krn berkali2 turbulense dan baru mereda setelah berada di sekitar Thailand. Suami dah H2C, karena pd dasarnya, he doesnt love to fly, apalagi kondisinya digoncang-goncang seperti ini. Lagi, di pesawat saya sempet mompa sekali. hehe

Sesampainya di HKT, bandaranya Phuket, saya perhatikan bandara ini kecil untuk bandara internasional, secara arsitektural, bangunannya biasa saja. Tdak ada ke-khasan yg kental dari kultur Siam, tapi cukup bersih. Kami langsung ambil bagasi dan mengumpulkan peta. Oia, disini kami mengambil perdana True yang dibagikan secara gratis. Kita hanya perlu top up pulsa, dan mendapatkannya cukup mudah, krnbisa didapat di 7/11, yg tersebar di penjuru phuket.

Kemudian, kami lanjut mencari mini bus yg akan membawa kami ke hotel. Biayanya 150 bath/org (kurleb Rp 45000, kurs Rp 300). Busnya bagus, besar2 dan bersih. Hampir mirip2 sama elf, tapi lebih canggihan. Perjalanan dari bandara menuju hotel kami di Patong sekitar 40 menit. Ketika menuju hotel, kami sempat singgah di sebuah agen tur, mereka menawarkan banyak paket tur dan hotel, tetapi menurut saya mending tidak tergoda, karena harganya cukup tinggi. Lebih baik, langsung menuju patong, disana banyak penawaran tur dan hotel dengan harga lebih murah.

Kami sampai di hotel kami, Asialoop. Hotel dengan harga 700 bath/night utk rate economy room. Hotel baru dan cukup nyaman. Kami langsung berberes karena waktu sudah menunjukan jam 10 malam, karena kami mesti segera mencari travel agent utk booking tour esok hari.

Setelah beres2 dan sholat sebentar, kami langsung jalan utk cari travel agent. Tidak sulit, hampir setiap 50 m, kami menemukan booth kecil utk agen travel tsb. Disini harga yg tertera pada brosur bisa 3 kali lipat dari harga aslinya. Maka itu jangan lupa utk menawar. Kami akhirnya membook paket tur 2 hari ke Phanga island dan Phi phi island. paket itu seharga $4200 bath/2 orang utk 2 paket tur. Artinya per tur sekitar 1000-1100 bath. ztur ini sudah all in packaged. Sudah termasuk transport jemput anter ke hotel, lunch, asuransi dan perlengkapan snorkling/canoe. Jauhhh murah dibandingkan paket tur di Indonesia :(
Masih belum berani jalan2 jauh dari hotel, karena dah malem, dan pub-pub di phuket semakin larut, semakin rame, takut ntr ada bule mabok, jadi kami memutuskan makan dan pulang.

Susahhh cari makanan halal, karena rata2 mereka menjual daging babi, pdhl banyak resto seafood yg menggoda. huhuhu. Tidak jauh dari hotel, tnyata ada resto halal. Menu kami yaitu tom yam seafood (100 bath), beef black pepper (100 bath), dan jus (30 bath/gelas).

Hari ke-2, kami dijemput jam 8 pagi kurang oleh travel. Kendaraannya mirip dengan mini bus yg mengantar kami dari bandara ke hotel. Setelah menjemput tamu yang lain, kami langsung menuju Phanga bay, sekitar 40 menit dari Patong. Phuket menurut saya agak mirip manado. Pantai, tapi dengan jalanan penuh dengan tanjakan dan turunan yg berkelak kelok. Sesampainya di Phanga bay, kami sudah ditunggu oleh big boat, yang akan membawa kami ke Phanga island.

First stop kami yaitu, james bond island. Pulau ini terkenal krn James bond pernah syuting disana. KEREEEEEEEEEN! pulau ini kerennn. Ada tebing miring, seakan2 jatuh dan tingggggiii sekali. Lautnya bersiih. Kami menggunakan canoe utk mencapai pulau, krn big boat tidak bisa merapat di pantai. Di pulau ini ada pula temapt jualan suvenir, disini banyak aksesoris dari mutiara yg cantik2 banget.



Lanjut kami menuju pulau-pulau di sekitar Phanga, kami berhenti di tengah laut utk berkano dan berenang. Kemudian berlanjut ke Hong Island. Menurut saya, Hong Island paling keren. Disini kita akan berkano sambil menyusuri gua-gua. Cantiiikkkkkkkk.


Pulau terakhir yg kami singgahi yaitu pulau mangrove. Sebelumnya kami sempat melihat sekelompok elang yang tinggal di tebing-tebing. Guide kami melemparkan daging ayam, dan mereka berebutan mendapatkan ayam tsb. Again and again, saya ternganga. Cantik!

Makan siang kami, yaitu sea food. Halal! tentunya so tasty! heheh. kru kapal mayoritas muslim, mereka bahkan mempersilahkan kami utk solat dzuhur. Dari smua tamu, hanya kami berdua yg muslim, dan tentunya hanya saya yg berjilbab. Sisanya bulek-bulek berbikini. Padahal dah nini-nini. hadeh

Setelah puas ber-woooooow, ber-aaaaaaah, ber-haaaaaaaaaaa krn kagum, tak terasa waktu sudah pukul 4 sore, kapal kami langsung menuju Phanga bay. Kami puas skali! oia, selama di kapal, saya 2 kali mompa asi. hehehe

Sampai di hotel, sekitar jam 5, kami beres2 dan istirahat. Selepas magrib, kami menuju Patong beach utk menikmati phuket di malam hari sekalian cari oleh2 di night market patong. Nah di apsar ini kita bisa belanja oleh-oleh khas, seperti gantungan, tas, kaos, pajangan dan lain-lain.

Hari ketiga, kami dijemput pagi2 oleh driver dari tur agent untuk membawa kami ke Phi phi island. Rute yang diambil berbeda dengan hari sebelumnya, menuju phi phi kami melewati Phuket town dan melihat rumah-rumah kuno di old phuket town, semua terawat dgn baik dan bersihhhh. Perjalanan ke Phi phi dengan minibus ditempuh dalam waktu 20 menit menuju port. Dari pelabuhan, kami lanjut menggunakan speed boat menuju Maya beach! ini pulau tempat si abang leonardo maen pelem The Beach. Di sini pula, for the first time ever, I swan in the ocean! hahahah.. beneran bernang kecibang kecibung bak di kolam bernang. Airnya jerniiiiiiiih bgt, pasirnya putih. aaaaaah heaven!

Dari Maya beach, kami lanjut perjalanan melihat viking cave, dan lanjut snorkeling. Laut biru jernih seperti kristal slalu menemani seluruh perjalanan kami di speedboat dilatarbelakangi oleh tebing-tebing tinggi dari pulau-pulau di gugusan phi-phi. Setelah snorkeling kami lanjut makan siang di salah satu pulau. Kami tidak terlalu menikmati sajian makan siangnya, selain rasanya ga nendang, menu yg disajikan yaitu ala western (pasta and the gank), ga seru bgttt. Setelah memenuhi perut dengan amunisi, kami lanjut menuju Monkey beach, disini hidup kera-kera liar dan para turis bisa memberi makan kepada mereka. Must to know, klo kita sedikit berhati2 dengan mereka, barang-barang seperti kamera, tas dan HP harus slalu diawasi, klo tidak bisa2 dicuri oleh kera dan dibawa ke sarangnya.


Setelah melihat tingkah pola kera yang rakus, kami berlanjut ke Krabi Island, merupakan our last stop for the trip that day. Disini kami stay agak lama. Kami memilih utk menyewa tenda seharga 200 bath utk 2 orang, sehingga bisa duduk santai menikmati pantai. Disini kita bisa snorkling dan memberi makan ikan. Seru!

Sekembalinya ke hotel, kami beristirahat dan lanjut lagiiiii ke patong night market, cari oleh2 hehehe. Kami juga jalan2 di Bangla road, disini segala macem pub ada, bener2 wisata nightlife , sampe ada striptease dancer yang nari2 di teras (buseng dee). Kami cukup 'gn 'wisata' liat2. haram bok! hihihih. Kami sempet berpapasan ama banci Thai, mereka lagi mo promo show, cakep deh, walo kostumnya kayak burung merak. They seemed comfort walking on crowded Bangla Road. Oleh-oleh makanan kami beli di family mart (macem indomaret gt), karena ga menemukan pusat oleh2 makanan. Camilan khas thai yaitu permen asam dan thai milk tea. Sayangnya saya tidak menemukan thai milk tea instan hiiiiiiiiiiiiksss..Padahal enakk bgt!

Hari keempat, kami beristirahat dan memakai sisa waktu dengan berkemas (haduuuuuuuuh oleh2, baju kotor, dan lain-lain tiba-tiba susaaaaaaah bgt diatur). Selain itu kami juga menyempatkan main ke Patong beach, sekedar foto2 dan jalan2. Actually, kami juga belum pernah jalan2 di patong siang2..hehe. Ternyata asik juga, karena lebih sepi. Sambil jalan pulang kami menikmat Thai milk tea ice (30 bath/cup). ahh sedaaaaaaaaaap!

Pukul 12.00, kami dijemput oleh minibus menuju airport (152 bath). Flight kami jam 9 malem syy, tapi sayang juga klo nambah sewa kamar. Kami sampai di HKT jam 2 siang, seharusnya bisa lebih cepet, tp karna ada malay egois, yang minta ditungguin (almost an hour) krn masih ada temennya yg wara wiri beli oleh2 (malay bgtt kan). pdhl org2 dah mulai gundah gulana takut ketinggalan pesawat. Begitu naik, tu malay2 langsung dijutekin ama org se-minibus. *emang enaaaaaaaaaak

Emang ditakdirkan harus istirahat menjelang pulang, selama di bandara HKT, maag kronis saya kambuh, dan buang air sampe 5 kali! hadehhhh.. untung bandaranya nyaman. Flight to CKG was fine, no turbulence, and we took 'highspeed' taxi to Bogor (charged 200rb). We took taxi instead of Damri, krn sampai di Soetta sekitar jam 00.30 tengah malem, jadi damri 23.30 yang terakhir udah ga kekejer. huuuuuuuum. Kita pilih taxi express, doi ngeeebuuut bgt, krn mau masuk pool (40 minutes only Soetta-bogor). Tapi tengah malem juga sih, so wajar aja bisa nyetir terbang gtu. ihihih

All in all, saya puasss bgt main2 di phuket, cantik dan bener2 terjangkau! Saya salut sama pemerintah lokal, yang mengelola Phuket island, ko ya bisa bersiiiiiiiiiih bgt menata kota (baik pusat kota atau cagar alamnya), padahal turis2 ngedumplek-dumplek disana, sampah2 pada kemana ya? *PR bgt buat masyarakat Indonesia*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…