Langsung ke konten utama

menanti si dapur hijau

one of my dream this year
is having my own real kitchen


3 weeks from now, I hope it will be coming true


Saya lupa tepatnya kapan kami mulai start untuk renov, sekitar 3 bulan yang lalu mungkin. Dengan rumah yang hanya dititipkan pada 1 orang tukang yang dipercaya, no wonder klo progres pekerjaannya termasuk sangat lambat. Saya menambah 1 KT, 1 Toilet dan dapur.

Speaking of kitchen, I've been longing for sophisticated kitchen since we moved to our lil home. I browsed some random picts, found what I love, and sent to my husband. Later, he came back from work bringing its printing. 

"Tempel di dinding dapur, biar kita inget terus, dan jadi kenyataan". Itu yang suami saya sampaikan
kitchen in my dream 

Dapur impian ga ribet, pengennya yang kecil tapi manis (yeaah facing the reality that our house is not big enough), dan pengennya manis krn mo diekspose (yeaaah again, thinking the space we have, we can't hide it, but expose it!), jadi semacam dapur-dapur cantik di apartemen. We choose bar table instead of dining table, back to the space availability. Semua pertimbangannya berdasarkan luas rumah, dan kami pingin rumah tetap terkesan lowong. that's why kami tidak punya ruang tamu, tapi kami punya living room yang merangkap langsung jadi ruang tamu (kadang merangkap jd kamar tidur klo lg banyak tamu hahahahahha, makanya kami beli sofa bed!). Dengan rumah luasan 45 m2, ini hampir seperti unit 2 bed room di apartemen. Jadilah kita disain seperti apartemen (skalian mewujudkan mimpi eike yg pingin tinggal di apartemen tp ga kesampean), tp malah punya bonus taman ahhahaahaha.

Middle of last month, akhirnya memberanikan diri untuk mulai hunting disainer interior, melihat progres rumah yang sudah hampir rampung. Setelah ngubek2 bogor (ga ngubek2 bgt sy, ketemu satu langsung janjian, cih) akhirnya survey dan disain dapur.

Setelah 1 kali revisi akhirnya ketemu disain yang sesuai budget kami. End of this month, it should be installed at home.

3 weeks from now, please God smooth my way

Komentar

yudhi puspa tya mengatakan…
nanti klo dah jadi skrinsyuuuuuttt ya gahh hehe

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…