Langsung ke konten utama

Get lost in Penang

out of my expectation
Penang trip was awesome

Akhir minggu kemaren kami bertiga berkesempatan mengunjungi Penang Island, Malaysia. Beli tiket promo (as usual), dulu targetnya sik ga ke Penang, tp pengen balik lg nyobain Phuket, etapi ko mihil yah...hihih dan yg murah cuma Penang (2,8jt PP bertiga), yowess....nekat aja nyobain (krn belom pernah hahaha). Saya sempat agak tidak terlalu antusias, krn tanggal keberangkatannya jatuh pada masa trimester awal kehamilan saya (sekitar 11 minggu). Sempet mikir, bakal mabok parah ga yaa? pingsan ga ya? kuat ga ya? meski opsi batal ga pernah kepikiran hahaha (ogah rugi banget nengg). Cuma ngebayangin bakal beraktivitas di luar saja, saya udah lemes. hiihhihi. Dan beberapa hari sebelum berangkat, saya dan allena pake acara batuk pilek. hadeehhh. Tapi sebelum berangkat, saya sempat cek up dengan obgyn saya, dia malah sangat setuju saya pergi, krn kondisi kandungan dan fisik saya sangat baik. Saya juga sempet ketemu dengan DSA allena, dan tidak mempermasalahkan Allena utk berangkat. yo wess...brangkuuutt!!! 

Berangkat jumat sore dan tiba di Penang Int. Airport jam 8.30 malam. Kami langsung naik taxi ke Hotel di sekitaran georgetown, kena charge RM 47. perjalanan hanya sekitar 40 menit, dan kota Penang termasuk cepat sepi di malam hari. Kami cek in di Grand inn hotel, penang road, Georgetown. I love this hotel! Murah meriah bgtt, cuma RM 108/malam kamar mandi dalem. Lokasi juaraaaa! Dekat dengan halte bus, gerai makanan ada dimana2, pusat oleh2 ada depan hotel, taxi dan becak mudah didapat, menuju terminal bus utama di Komtar building cuma kurleb 7 menit jalan kaki, dekat tempat2 menarik yang layak dikunjungi (tinggal jalan kaki). Kami juga mendapat sarapan dari restauran yang cukup ternama disana. Kamar bersih dan cukup luas. Staff hotel ramah dan informatif. Wifi gratis. Sukak!

Hari pertama, kami langsung istirahat, terus terang saya ga mau ngoyo dan ambil resiko. Hari kedua, kami pergi ke Komtar utk membeli Rapid Bus Tourist Passport seharga RM 30/orang, allena masih gratis. Kartu ini untuk kemudahan naik bus, cukup menunjukan kartu, tidak perlu ribet dengan uang2 receh, berlaku selama 7 hari. Dari Komtar, kami menuju ke Penang Hill dengan bus. Bus malaysia, seperti biasa, ....bagus, bersih, tertib.

Sampai di Penang hill, kami membeli tiket masuk yang sudah termasuk tiket kereta pulang pergi menuju puncak bukit bendera. Kami kemudian antri untuk naik kereta yang bentuknya unik, berundak-undak. Kereta ini yang akan membawa kami ke ketinggian kurleb 70.000 mdpl, dengan kemiringan mencapai 45 derajat! Awesome! Saya cuma bisa melongo ajaa deh liat kemiringannya. Gilakk! Perjalanan menuju puncak bukit dibutuhkan waktu kurleb 15 menit. Sampai di puncak, kami melihat cityscape-nya penang. Sayangnya lagi berkabut, jadi Penang bridge dan kota penang hanya samar-samar. Di sini terdapat food court, owl museum, bukit cinta, dll. Kami sempet mampir di owl museum yang ternyata ga oke, krn cuma koleksi pajangan yang bentuknya burung hantu (sigh), tiket masuknya RM 15/adult, anak2 gratis. Kami makan siang di Penang hill, banyakk pilihan dan dessertnya enak2 dan terjangkau.
 
Sekitar jam 1 kami pulang ke hotel, kami istirahat dulu, nunggu matahari agak teduh dulu, baru menuju ke Pantai Batu Feringgi. Kami naik bus lagi dari komtar, menuju ke Pantai. Butuh waktu sekitar 40 menit, akhirnya kami ketemu si pasir putihhhh. Allena yang paling semangat mo ke pantai, dia udah masukin mainan pasir ke dalam koper sejak dari Bogor. Saya pun sudah siap bawa baju handuk, kain bali utk alas, baju renang, sunblock utk Allena. Begitu injak pasir, allena langsung buka sepatu dan ngacak2 pasir. hiihhihi. Kami cari tempat yang agak teduh dan nyaman. Allena langsung ganti baju, pake sunblock dan langsunggg maen pasir. Suami akhirnya ikutan main pasir dan ombak ketika matahari sudah teduh. Kami menghabiskan sore yang tenang disana sambil menikmati pantai berpasir putih, laut biru dan langit yang cerah. Selesai main, Allena berlumuran pasir from top-to-toe! and got tanned! Tp no worry, krn ada tempat bilas umum yang bersih dan bagus. Kembali ke georgetown, kami pesan makanan dari resto hotel, langsung tidurrrrrr.
Hari ketiga di Penang, hari minggu. Hari itu rencana akan membawa Allena ke Toy Museum, yang ternyata arahnya sama dengan Batu Feringgi bahkan lebih jauh. Berekspektasi tinggi, bakal menemukan tempat seperti Madame Tussaud, ternyata kami kecewa datang ke sana, karena hanya menampilkan koleksi2 mainan saja, yg mana seperti masuk ke toko mainan! Allena cuma seneng krn bisa ketemu Buzz Lightyear. Untuk harga yang cukup mahal RM 30/adult, RM 20/child, sangat2 tidak worth dan jauhhhhh bgt utk sampe situ. Hari itu pun perut saya kurang nyaman, bus juga crowded krn hari libur, akhirnya kami memutuskan langsung pulang ke hotel untuk istirahat. Sore hari kami sewa becak untuk muter2 georgetown, mengambil foto2 kota waktu sore, street art gallerynya yang terkenal dan menikmati indahnya bangunan-bangunan vintage di Georgetown. Sewa becak RM 40/jam. Malam hari kami makan di resto india, Nasi kandar depan hotel, maknyuss bgt!
Hari ke empat, hari senin kami putuskan untuk berjalan kaki menuju Esplanade, dan mengunjungi Fort Cornwallis, Museum Nasional dan bermain di taman kota. Allena gembira karena bisa ketemu children playground hahahaha. Setelah agak siang, kami mengunjungi pabrik coklat yang menjual coklat khas (dipadu dengan durian, mangga, cabe, dll) merk Berryls. Agak mahal sy, jadi kami ga banyak beli. Kembali ke hotel, untuk istirahat. Allena minta mandi jam 1 siang! Tumbeeeen, mungkin krn kepanasan sepanjang jalan.
Sore hari kami memutuskan untuk hunting oleh2. Souvenir kaos, gantungan kunci dan aneka ragam lainnya bisa di dapat di pasar dekat hotel. Untuk makanan, seperti coklat dll saya beli di Mydin, hypermarket spt Giant yang memberikan harga lebih murah ga usah tawar2an. Selesai borong oleh2, kami pulang lagi ke hotel untuk packing dan istirahat. Biar besok pagi langsung cek out ga pake riweuh hihihih.

Hari terakhir, kami sarapan dan langsung cek out. Nitip barang di hotel, lanjut muter2 ke Prangin Plaza yang ada di sebelah komtar building utk killing time nunggu waktu penerbangan jam 8 malam. Ga disengaja, kami menemukan playground edukasi seperti Kidzania, namanya Kidland. Hari selasa,  jadi sepiiii, cuma allena seorang. Tiket masuk jauhh lebih murah, RM 30/kids +3, RM 5/adult. Allena mendapat uang 30 Kidland sebagai modal awal yang ditukar di bank Kidland. Allena lanjut ngumpulin duid dulu, dengan jadi dentist,  polisi, tentara, petugas damkar, musisi, scientest. Lanjut udah kaya, abisin duid dengan belajar jadi pilot, nonton teater 5D, memasak burger, ke salon dan main di playground. hihihihi. seruuu! Jam 3 sore kami pulang untuk ambil koper dan langsung naik taxi menuju bandara. Taxi kena charge RM 40, waktu tempuh kurleb 30 menit. 
  
 
 
 
 
Sesampai di airport, kami antri di konter cek in, tjadi antrian panjanggg krn smpet mati lampu. krik krik. Bandara Penang, bagusssss. Modern dan bersih. Banyak detil2 yang menarik, ihh sukaaak! Akhirnya setelah menunggu cukup lama, dan untungnyaaaa ga delay, kami terbang kembali ke jakarta. What an awesome trip, Allena dan saya sembuh batpilnya di Penang, kami smua sehat dan senaaang skali bisa menghabiskan waktu bertiga. 

Next trip, hope we four, yessss....we four with dedek yaaahhh. iihihiih. Semoga sehat selalu dan begitu brojol ada promo tiket lagi biar bisa liburan berempat!
I just cant wait...

Komentar

baianoe mengatakan…
semangat hehe... keren juga ya Penang... can't wait to go there pokokelah... tp kebanyakan tmpt buat anak2 ya mbak...
hidung-bertahi-lalat mengatakan…
Waaah banyak usss yg rekomen, malah gw ga smpet menjajaki. Pengen kesana lagi bwt explore lebih bnyak

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…