Langsung ke konten utama

Paud Sekar

Kesederhanaan
Itu yang membuat saya jatuh cinta
Pada sekolah sederhana PAUD


sejak bulan puasa kemarin, Allena dan sepupunya sudah mulai ikut kelas bermain di Paud belakang rumah neneknya. Awalnya Allena dan sepupunya akan masuk sekolah alam, yang jaraknya sekitar 20 menit dari rumah dan harus pakai mobil. Setelah ditimbang-timbang, krn terlalu jauh, dan umurnya belum genap utk TK, maka rencana ini kita ganti. Diputuskan Allena akan pergi ke ekolah Paud yang tinggal jalan kaki dari rumah, jika sudah cukup umur, baru pergi ke sekolah TK yang sama dengan sepupu-sepupunya yang lain, yang mana lokasinya juga sangat dekat dengan rumah nenek.

 
hari pertama sekolah

Kegiatan di Paud berlangsung senin-jumat, hanya 90 menit. Bangunannya sederhana, peralatan sederhana, playground yang juga sederhana, disini terdapat sekitar 20 anak usia 3-5 tahun. Allena berbaur dengan anak-anak yang juga bermukim di sekitar rumah neneknya. Surprisingly, dibalik kesederhanaanya, progres Allena cukup banyak. Koleksi lagu anak2nya semakin banyak, hapalan doa2 dan termasuk baca Iqro yang sudah cukup lancar. Allena juga mulai berbaur dengan teman-teman barunya, tidak hanya dengan sepupunya. Sudah semakin ceriwis dan makin jelas struktur bicara dan rangkaian kata-kata yang dipakai. Setiap hari di kelas paud, Allena diajak untuk menabung Rp 2000, mengaji, kemudian bermain dan membuat prakarya dari peralatan yang sederhana, terakhir belajar makan bekal dan cuci tangan sendiri. Kegiatannya akan dimulai dan ditutup dengan berdoa dan bernyanyi bersama. woogh, sometimes it makes me proud but also scares me, how she could absord new things in a very easy way. Harus bangeet ksaih contoh yang baik-baik, but yeahh you knowlah, emak2 kadang suka khilaf hahahahahhha. that's why I scare.

Allena sejauh ini terlihat enjoy, dan tidak pernah bilang tidak mau ke sekolah, walo pernah saya mendapatkan dia mengadu pada saya setelah pulang kantor, kalau dia dilempar mainan kayu oleh temannya, sampai dia menangis. Tapi ini sepertinya tidak membuatnya kapok utk datang ke sekolah :). 
 
Dengan jumlah murid yang sedikit, guru di Paud saya lihat lebih concern dan mengayomi anak2nya. Masing-masing, dipelajari karakternya dan dilakukan pendekatan yang persuasif. Tidak ada ancaman, tidak ada marah, tidak ada bu-guru-galak. Sering terlihat, ketika menjelang berdoa, anak2 kelas bermain langsung mengerubuti ibu guru, sebagian minta dipangku, yang lain ingin berada dekat. Mereka terlihat tidak takut, tp hormat dan sayang.
 
Alhamdulillah, dengan biaya yang sangat terjangkau, menurut saya PAUD ini memang solusi sekali bagi keluarga muda. Lokasinya pasti ada di dekat pemukiman padat, biayanya sangat-sangat terjangkau, dan program kelas yang terpadu, sungguh memberikan kemudahan bagi pendidikan anak. Lumayanlah untuk pre-school, dibalik kesederhanaannya, manfaat yang diterima membuat saya merasa kaya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…