Langsung ke konten utama

hello new teeth!!

a new milestone!!

2 teeth fell out at a time! Yay, Al!


JAdiii, udah sebulanan 2 gigi bawah Allena goyang. Awalnya dia bilang, jatuh saat main scooter. Seorang teman yang berprofesi dokter gigi menyarankan untuk rontgen agar memastikan tidak ada yang patah di dalam. Kalo pun goyang, disarankan cabut aja.

Sejak Allena 1 tahunan, saya sudah beberapa kali mengajak Allena ke dokter gigi, total sudah 2 kali dia periksa gigi ke dokter. Hal ini saya biasakan agar Allena tidak takut ke dokter. Visit pertama, Allena hanya diajak ngobrol, tidak diajak naik ke kursi 'goyang' pak dokter. Dokternya ramah dan ngajak Allena untuk rajin sikat gigi, agar caries giginya tidak bertambah besar. Postingan ttg itu, ada di sini. Sekitar usia 4 tahun, kami mengajak Allena lagi menemui dokter gigi spesialis anak di Hermina Bogor, untuk membahas bolong giginya yang akibat caries susu ASI. Terus terang, penjelasan dokter ini kurang enak, sehingga saya jadi parno. Ada satu kalimat, dia bilang, gigi dewasa akan muncul, sepanjang ada benihnya. Jadiii kalo ga ada benihnya, setelah tanggal gigi susu, bisa ompong seterusnya. Whaaaat....

Ternyata bener sih penjelasan dia, tapi karena dia spesialis anak, kok rasanya kurang nyaman ya saya terima. heheheeh. Itulah kenapa saya takut nyabut gigi Allena yang goyang....takut ga ada benihnya hahahahaha. Sampai akhirnya minggu lalu, ketika saya sedang menggosok gigi Allena, saya liat 2 gigi dewasa nyembul di belakang gigi susu yang goyang. Ahhhh there you are!! Pantesan, sejak gigi Allena goyang, gigi susu goyang tersebut geser, sehingga da rongga cukup besar dengan gigi yang masih stabil. Ternyata didorong gigi baru hihihih. Akhir minggu saya langsung membuat skedul dengan dokter gigi lain di Hermina Bogor. Surprisingly, dokter yang kami temui bukan spesialis anak, tapi ngayooom bgt. Allena dengan manis salim, trus duduk ke kursi, kumur2 dan dipakein celemek. Sungguh dia tenang, saya yang ga tenang. Sungguh, saya nervous, bahkan saya hampir nangis, tp saya ga mau liatin ke Allena.
Sebelum cabut gigi, ada rongga besar antar gigi,
 akibat dorongan gigi baru

Gigi susu terdorong gigi dewasa

Ruang tunggu luas, ada yang seneng bisa lari-lari

Dokter melakukan persiapan prosedur, membius lokal, dan mengambil tang (bener ga tang? kyk tang soalnya), dan that's it! less then 5 minutes, 2 teeth fell out. Wawww! Allena langsung senyum manis, ahhhh strong girl!

Proses pencabutan


Setelahnya kami diskusi, bagaimana perawatan pasca pencabutan, tidak ada obat khusus, tetapi makan es krim aja! Lucky her, dia dihadiahi banyak es krim hari itu. Es krim utk bantu penyembuhan bekas gigi lama. Selain itu, Allena ada PR utk 'mendorong' dengan lidah gigi2 barunya, agar memposisikan diri dengan tepat.

you're still cute :*

the two fallen teeth

Another her milestone on 5 year 4 month, congrats Al!

Komentar

Pinter banget Allenaa!!! Selamat ya Al buat milestonenyaa.
Duh, gw gimana ya ntaar, Gw paling takut ama dokter gigi hiks, trauma waktu kecil, Huaaaa!!
*lebay
Ko bisa sih allena tenang mba?
hidung-bertahi-lalat mengatakan…
entahlah fi, tapi mgkn krn sering kita sounding ttg dokter gigi dan ke dokter gigi itu seru, krn kursinya bisa naik turun. wakwakwakw. trus sering aku ajak masuk, klo aku yang perawatan gigi, dan meski aku agak ngilu, aku ga bilang klo itu sakit fi, meski smbil meringis.

yudhi puspa tia mengatakan…
woooo allena keren! kuat banget kaya mommy egah ahhaha, si biyyu malah belom pernah ke dokter gigi dan blom ada tanda2 mao copot giginya, meskipun gw suka merasa ini anak kok giginya makin kecil ya padahal mgk gusinya yg membesar

ah jadi deg2an, boleh nyontek cara sounding ke dr giginya ya gah xixix
hidung-bertahi-lalat mengatakan…
hooh, sempet renggang renggang gitu yahee gigi allena jg, trnyata gusi membesar yaa hihiih

iya, sptinya tanggalnya gigi tiap anak bisa beda2 yahee... ada yang bilang jg terkait asupan kalsium yang diperoleh anak tsb

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…