Langsung ke konten utama

Bali. We're Back.

suatu malam, suami pulang dan langsung lapor
"setelah Solat Ied (Adha) aku harus ke Bali. Kamu ikut?"
Ga pake babibu.

IKUT! *gampangan*

Sebetulnya, saya mesti rapat pada hari itu, hahahah rapat budget pulak yang mana ga enak juga klo ga hadir. Demiii ya demii... akhirnya saya bikin kebut semua kebutuhan data, saya manis-manis ke bos (hahaha, demi cuti diapprove). Akhirnya saya bisa cutai dengan tenang.

Bakal 3D2N di Bali, saya kepikiran waktu senggang yang kami punya ketika nanti suami harus ada kerjaan. Saya browsing di Disdus, tnyata lagi ada promo Bali Zoo. Very good deal pulak, admission zoo utk kid hanya Rp 60.000 dan dewasa Rp 80.000, infant (yesss Sena masih infant! bahagiaaaa). Itu pun sudah termasuk tiket masuk Miniapolis Waterpark. Cuss lgsg dibeli.

Saya semangad bgt ke Bali karena....hingga akhir taun, kami ga ada rencana mo jalan-jalan. Karena taun ini adalah taun perayaan ulang tahun. Jadiii ga ada birthday trip taun ini. Hukss. Dannn terakhir ke Bali itu taun 2013, duhhh kangennyaaa dgn keramahan Bali. Maka undangan tiba-tiba datang dari suami ini, bagaikan ketemu oase di tengah gurun *drama queen*.

Suami beli tiket di Traveloka, berhubung itu akhir dari long wiken, kami malah ga kena harga tinggi. Sampai di Bali, tnyata low season, turis lokal dikiit bgt. Ih senangnyaaa.

Jadi kami berangkat hari Senin, bertepatan dengan Idul Adha, setelah solat ied di Kebun Raya, dan menyempatkan piknik kilat dengan menikmati lontong, gulai dan rendang masakan Umi tersayang, kami langsung cabut ke airport. Saya sudah packing kilat, utk 3D2N, kami bawa 2 koper. 1 koper besar dan 1 koper kecil. Untuk 4 passenger, saya bener2 terbantu dengan adanya vacuum bag. Koper saya jadi bisa optimal bawa segala keperluan anak-anak, itu termasuk kamera DSLR, alat bermain di pantai, pompa ban, ban renang, perrlengkapan renang, stok pampers dan susu UHT. Oia duhh sejak Sena makin gede, dan Allena sudah tidak pakai botol, bawaan saya semakin ringkes. Saya cuma bawa stok susu UHT ultra mimi. Kemudian untuk tempat makan, saya cuma bawa 2 wadah (untuk makan siang dan sore). Semua saya beli atau saya bungkus di hotel. Untuk camilan, saya ambil keju, buah atau pun yogurt dari buffet sarapan di hotel. Duh enak bgt deh, ga trlalu rempong lagi urusan makan.

Cuss langsung berangkat ke bandara. Kami sempat kerepotan mencari Pom bensin pertamina yang buka, karena saat itu kami harus isi bensin, dan ternyata pom bensin belum pada buka, karena karyawannya masih libur utk ikut Solad Ied. Kami sempat masuk di rest area Cimanggis, keluar lagi. Keluar cibubur, untuk isi bensin di Pom Cibubur, masih tutup, kemudian masuk tol lagi. Akhirnya keluar Cawang untuk isi bensin di sekitaran UKI. Akhirnyaaa ketemu yang udah buka. Setelah bensin terisi, kami langsung menuju tol bandara. Jakarta ramah dan kosong, senangnya. Jam 10 pagi kami sudah tiba di Soetta. Proses cek in dan bagasi, kami sudah masuk di ruang boarding. Tetiba suami keinget, HP-nya ga ada. Zzzzz. Langsung saya minta dia ke security check atau cek ke parkir mobil. FYI kami parkir inap, dan itu posisinya jauhhh dr terminal kami, mesti naik shuttle car. Setelah suami ngacir ke security check, ada announce info ttg temuan HP. Ternyata bener, itu Hp suami saya. Alhamdulillah.

Rencana take off jam 11.30. Tiba-tiba Allena pengen Roti Boy, karena saya kasian, akhirnya saya putuskan untuk mencari. Allena Sena minta ikut, suami sempat protes krn waktunya mepet. Tapi saya lihat, saya masih banyak waktu. Akhirnya kami bertiga keluar dan beli Roti Boy, tepat ketika kembali ke terminal keberangkatan, ada announce kalo Flight saya sudah tiba dan kami diminta naik pesawat. Langsung lariiiii.... truuus security check antri (zzzzzzz), setelah berhasil lewat, lariiii lagii (sambil dorong stroller dan gandeng Allena), kami secepat kilat menuju Gate kami. Security check kedua, antriii lagii (arrghhh). Saya udah was was, suami saya pasti marah. huhuhu. KAmi sampai di gate, udah kosong. Ada petugas Lion Air yang nayri-nyari penumpang flight kami, trus saya langsung disuruh naik pesawat. Ternyataaa mesti turun tangga (ga pake belalai)... arggghhhh. Penuh keringat, saya minta Allena turun duluan, saya gotong Sena. Sampai di tangga pesawat, suami saya udah beteeee... FYI, dia tuh tipe panik dan stres, kebayang deg 10 menit terakhir pasti dia udah mules-mules krn saya ga nongol2 batang idungnya, Begitu smpai tangga, suami lgsg ambil Sena, saya serahkan stroller ke petugas ground. Langsung naek tangga. Duduk di seat, penuh keringat, capeeeee bgt rasanya. Trus dapet tatapan penuh kekesalan dari suami. wakwkakakakakka. LAgiiaaan kenapa sihh tiba2 flightnya jadi maju dan terlalu on time! (biasanya Lion Air kan tukang delay)

Kami tiba di Ngurah Rai, dan amaze, wawww ternyata udah cakepan ya sekarang hahaha. Terakhir ke BAli, bandaranya masih stngah jadi, dan masih ada yg konstruksi. Kemudian suami putuskan naik Grab Car ke Hotel, Charge hanya Rp 16.000, tapi krn drivernya ga berani ambil di drop zone (tnyata Bali Taxi dengan Taxi online masih ga akur di Bali), akhirnya kami harus jalan ke parkiran dan janjian dengan drivernya.

Tiba di hotel, kami beres-beres dan lanjut makan siang di KFC Discovery Mall. Kami menginap di Bali Rani, tinggal ngesot aja ke Discovery Mall. Taun 2012, kami pernah stay disana juga, uuu kangennyaaaa, pengalaman kami menginap di sana, puas!
Saya memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan melihat sunset di La Plancha Seminyak. Kami pesan Grab Car lagi, ternyata lagi banyak upacara (ternyata saat itu juga lagi Hari raya Galungan dan Kuningan), jadi waktu tempuh menuju seminyak menjadi lama krn jalan macet. Kami sampai di La Plancha sudah menjelang habis sunset, kami memilih untuk nongkrong di pantai, menikmati bean bag warna warni, beli cemilan dan membiarkan Allena main pasir. Sena? setelah naek mobil, langsung pelor, dan ketika ditidurkan di bean bag, makin pelor, krn empuk dan semriwing. hihihi.
Hari kedua, suami mesti tugas. Saya siap2 menuju Bali Zoo. Yay!!! hanya bertiga doang ama Allena Sena, sempat gentar juga. Tapi kemudian meneguhkan diri, bisaaa! Trus ujan gede. Zzzzz. Sambil nunggu reda, kami sarapan. Sudah agak redaan, kami siap2 ke lobby, dan saya pesan Grabcar. Trus driver Grab ga ada yang mau, wakkakaka. Sampe 10 menit saya bolak balik refresh utk cari driver, akhirnya ada yang mau ngangkut kami. Namanya Mba Anita. Surpringly, ga nyampe 5 menit dia tiba di lobi, dan menyambut kami. Mba Anita, ternyata algi hamil 7 bulan, Saya smpai ga tega, bilang saya aja yang nyetir. FYI kuta-bali Zoo (gianyar) sekitar 1 jam perjalanan. Tapi mba Anita keukeuh ga mau, akhirnya saya tetap membiarkan beliau menyetir. Sepanjang jalan kami ngobrol, dari tentang anak, keluarga, Bali, Grab, sampai ke kasus Angeline. Mba Anita ramah dan menyenangkan. Sungguh beruntung sekali ketemu Mba Anita. Mba Anita juga mau menunggu kami, dan mengantar kami kembali pulang ke Kuta. Duh beruntungnya saya ketemu Mba ini.

Sampai di Bali Zoo, jam 11, cuaca sudah ceraaah. Horeee. KAmi langsung menuju ticketing, Saya menyerahkan print dari Groupon disdus (sebelumnya saya sudah booking by email), proses klaim cepat, kami langsung bisa masuk dan diberi tiket pass untuk ke Miniapois waterpark.

Kesan pertama, hampir mirip dengan suasana di dalam Ecogreen Park di Jatim Park, sedikit mirip Batu Secret Zoo, tapi masih kalah keren. Kebersihan dan suasana tropis, cukup baik. Bali Zoo tidak terlalu besar, dan tidak crowded, jadi anak-anak nyaman saja dan saya santai ga kejer-kejeran hihihih. Allena sempat foto dengan burung Macau, hobi barunya sejak kami sering bawa dia ke kebun binatang. Sempat naik kuda juga. Saya agak surprise melihat Allena lebih ga manja dan semangad sekali jalan kaki, well biasanya dia dah paling rempong pengen naek stroller, entah knapa, trip kali ini dia yang semangad jalan dan semangad dorong stroller adiknya. Sungguh, saya sempat terharu juga melihat dia sudah semakin mandiri.


Setelah puas muterin Bali Zoo, kami akhirnya sampai di Miniapolis Waterpark, masih ada waktu, jadi saya dan anak-anak menyempatkan main air dulu. Miniapolis kecil bgt bisa dibilang utk sebuah waterpark. Tapi karena sepi, Allena cukup puas bermain, Sena puas cuma nyepret2 (hihihi). Allena dengan bangga bahkan bercerita kalo dia baru saja berteman dengan salah satu tamu Miniapolis.

Jalan pulang, anak-anak pelor semua, kecapean. Sampai di hotel, anak-anak melek lagi, daaaaan minta berenang. hihihi. Lanjut akhirnya berenang, menyenangkan sekali, Allena Sena betah sampai ga mau mandi. Saya paksa dengan janji main pasir di pantai. Selesai berenang, mandi dan makan sore, suami pulang dan langsung siap2 menuju pantai di belakang Discovery mall. Sore menjelang sunset kami jalan kaki ke pantai, pantainya ramai dan akrab. Anak-anak alngsung nyari spot buat main pasir. Ini merupakan pengalaman pertama Sena 'ketemu' laut. Tak disangka Sena menikmati, tidak risih dengan pasir, bahkan ingin bermain dengan ombak. Klo Allena, emang hobinya, ketemu pasir langsung nyeker n bawaannya pengen maen ombak. Seneng liat anak-anak gembira. Ah I wish I could have that moment for forever.


Oia saya sempet ditunjukan oleh mba Anita tempat-tempat makan halal di Kuta, salah satunya yang ngehits adalah Nasi Pedas Bu Andika. Teringat posting-posting seliweran di path temen-temen kalo kulineran di Bali, saya jadi penasaran dan mesen melalui GoFood. Murah bgt, dan gilaaa tu sambel puedessss tapi nagih. Sebetulnya sama aja dengan nasi warteg, tapi enak dan murah menurut saya.

Malamnya setelah bersih-bersih dari pasir, kami istirahat di kamar, terus terang saya capek bgt. Setelah setengah hari di zoo, berenang 2x dan main pasir di pantai, super exhausted, pengennya cepet2 tidur. Suami nyari makan malam dan dibawa ke kamar.

Hari terakhir, hari leyeh-leyeh. Flight kami jam 5. Kami ga berencana kemana-mana. hanya pengen santai di hotel, makan lama-lama, berenang, dan packing. Saya juga minta late check out supaya kami ga diburu-buru. Suami usulin untuk mampir ke Krisna beli sedikit oleh-oleh sekalian jalan pulang ke bandara. Sedih, ketika keluar hotel. Bali selalu berkesan buat kami. Semoga bisa kembali lagi dan menikmati sudut Bali yang lain.

Komentar

yudhi puspa tia mengatakan…
aaa selalu senang deh baca cerita liburannya, hepi hepi hepi! enak ya gah sekarang jjs udah makin ringkes, kebayang jaman dulu waktu masi pada bayi hahaha
hidung-bertahi-lalat mengatakan…
segala dibawaaaa pas bayii, menuh2in koper hahahaha *mamak rempong*

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…