Langsung ke konten utama

home repaint

after almost 9 years own this lil home
4 years live inside there
we finally touch it with new colour tone

Sejak saya serah terima rumah dengan developer kemudian serah terima kunci dengan 2 orang pengontrak, akhirnya saya baru ada kesempatan buat rombak total warna rumah kami. Terus terang, warna facade rumah kami masih standar bgt ala developer,  tetapi karena disainnya bagus, jadi kami ga ada masalah, dan tetap dipakai hingga kami memutuskan untuk melakukan refreshment. Mungkin karena kualitas cat yang dipakai, selain warna dan kekuatannya, semua masih dalam kondisi prima, masih bagus ga ada luntur atau pun belang.

Terus terang untuk interior, cat kami berantakan! Banyak dinding dengan kondisi retak rambut, sudah kusam (karena sudah dicat oleh pengkontrak sebelumnya), kemudian belang bentongnya yang ajaib! Ini karena saya sempat renovasi dapur tahun 2013, dan hanya dicat sebagian saja. Duhhh gemes dan sebel liatnya. Bikin mata sakit deh hahahaha

Sampai akhirnya saya staycation di Ibis Style Braga dan instantly falling in love dengan colour scheme yang dipakai disana. Ruang tidur, kamar mandi, ruang public, menggunakan tone putih, kuning, abu-abu dan hitam. Keren! Saya suka, karena walopun ruangan kecil, tetap berkesan menarik dan ga sempit.

Akhirnya nekat, saya sketsa singkat dan menemukan paduan warna. Kemudian set schedule dengan tukang langganan kami yang baik hati serta dapat dipercaya. Semua siap, kemudian belanja material! Hal yang seru dari belanja material adalah belanja dekorasi! terus terang saya salah satu penyuka wall stiker, entah kenapa, membantu membuat ruang lebih 'hidup'. Pada dinding yang kena perubahan warna, semua stiker yang sudah saya pasang dahulu, terpaksa direlakan untuk dibuang. Maka saya sibuk brosing (di tokopedia hihihi) untuk mencari alternatif pengganti wall stiker. Akhirnya ketemu juga yang menurut saya pas. Tema stiker yang saya cari, tidak warna warni. Cenderung 1 tone, ke hitam ato abu-abu. Kemudian saya tidak menggunakan stiker dengan karakter yang terlalu 'anak-anak', karena Allena udah mulai gede, dan saya ingin membuka wawasan dia. Sebenernya saya nyari wall stiker 'world map', tapi ga ketemu. Akhirnya ketemu 'world icon'. Menurut saya cukuplah, nanti klo hunting lagi ketemu 'world map', baru deh dijajal.

Terus terang, tukang andalan kami ini kerjanya baguuuuus. Rapiiii. Pinter. Cuma.... lamaaaa. Jadi progres pengecatan rumah kami, hampir makan waktu 1 bulan. Yes. Rumah kicil aja lamaaaa bgt. Ya gpplah, tapi toh kami puas dengan kerjaannya.


Untuk ruang bersama, saya padu padan dengan warna abu-abu muda, abu-abu tua (aksen), serta kuning (aksen). Sebenarnya, dibutuhkan aksen hitam, tapi...saya ga berani hihihi. Entahlah, cupu bgt deh, jadi ganti ke abu-abu tua. Untuk kamar, saya pakai warna abu-abu muda, kuning sebagai aksen dan putih (ceiling dan pintu). Untuk fasade, saya coba angkat warna alam. Saya pakai warna abu-abu muda, abu-abu tua, dan warna kayu (woodstain) sebagai aksen, dipadu padan dengan batu candi yang sudah terpasang. Semua cat dinding saya pake keluaran Dulux Catylac. Untuk cat kayu saya pakai keluaran Nippon Paint.






Ligting ruang tengah juga saya rubah. Dahulu pakai general lighting biasa, saya ganti dengan downlight dengan lampu warna warm. Kekuatan donwligth luar biasa ya, ruang tengah saya langsung 'beda' atmospher-nya. Terasa lebih cozy dan dramatis, meski menjadi lebih boros, karena dengan downlight kami menambah 3 titik lampu, sedangkan dengan general lighting cukup 1 saja.

Ketika semua kelar, rasanya seperti pindah rumah. Kami menata ulang, merapihkan, mendadani. Meski dengan susunan yang sama, tapi dengan adanya perubahan warna, kami mendapat suasana baru.

not a fancy house, but it's a home for us
Semoga semakin betah tinggal di rumah mungil ini

Komentar

yudhi puspa tia mengatakan…
uwiwiwiwiiw kereeennn!!! ah penasaran sama hasilnya, pingin main deh! dari fotonya kliatan seger banget gah, syukaaaa

gw pun lagi mulai lagi ngerapihin rumah, 2 tahun belom selese juga HAHAHA T-T dan ada rencana mau ngecat juga sih setelah hampir 5 tahunan, apalagi rumahduapohon tembok semua gitu gada atap atau kanopi jd kerasa banget kusamnya, cuma gak bakal pake kuning seger gitu gah, bakalan ga diapprove budi *huh!

*kecup sena yg difoto sambil manyun hahaha
hidung-bertahi-lalat mengatakan…
banget yaheee, krn tiap hari diliat, kok ya makin lama makin kusyeem, sebelll

hooh emang PR bgt yah ngerapihin rumah, wajar kok yaheee, gw aja seupil gini, kapan2 gitu beresinnya hukss..

semangad yaheee, rumahduapohon asriii bgt kok, ga kliatan kusem. hahahaha iyaaah kebayang bgt, ga mungkin warna2 cerah diapprove budi, budi mah tone-nya mesti maskulin

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…