Langsung ke konten utama

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation
jadi turis sehari di kota sendiri

November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor.
Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah). 
Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.

Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.

hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).

Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta, jl Suryakencana mostly masuk bucket list buat dikunjungi. Hotel 101 berada di jalan tersebut. 

Kami berangkat setelah makan siang, butuh waktu sekitar 40 menit untuk sampai di hotel. Tepat sekitaran jam 2 kami tiba dan langsung cek in. Too bad, sepertinya hotel ini occupancynya selalu tinggi, jadi ketika cek in kami hampir menunggu sktar 40 menit utk bisa masuk kamar. Kenapa saya bilang sering penuh? krn buktinya mereka sudah well prepared utk tamu yang menunggu masuk kamar, dengan nyiapin welcome drink dan cemilan2. Artinya, kejadian tamu menunggu utk cek in ke kamar itu sering. Buat saya, hal ini mengurangi kenyamanan hotel tersebut.

Akhirnya kami bs masuk kamar sekitar jam 3, dan langsung cuss lagi ke hotel lain utk nonton konser. Selesai konser jam 6an, kami kembali ke hotel dan menikmati makan malam mewah kami. Nasi bungkus padang, hahahahaah!

Setelah screening kilat, hotel 101 itu mirip hotel Ibis. Semi2 hotel budget, dgn disain interior minimalis modern, amenities sampoo sabun dgn konsep free flow, lay out kamar yang tidak terlalu luas, tp juga ga sempit bgt. 

Fasilitas lain standar hotel2 skrglah, free wifi dan tv kabel. Jadi Allena langsung nagih maen hp saya buat yutuban (oh dia skrg udah paham bener, klo bs yutuban cuma di hotel, krn pulsa momi ga akan habis! hahaha). Kami istirahat dgn damai malam itu, dan sudah merencanakan untuk morning strolling ala turis esok paginya.

Paginya kami bangun lebih awal, dengan niat tulus, mo jalan kaki ke arah kebun raya. Bayangan menyusuri pecinan bogor, bakal menarik bgt, sambil berekspektasi seperti strolling di jl Braga Bandung. Ternyata, salah, Jauuuuuuuuuuuuh bgt. Jl Suryakencana ketika di pagi dini hari hingga jam 7 merupakan pasar basah! Kami semapt kesulitan jalan di pedestrian (selain pedestrian rusak), banyak sampah dan pedagang sayur. Kami sampai di ujung Surya kencana, bertemu dengan sisi luar kebun raya bogor, dan turun menuju tugu kujang. Kendaraan lalu lalang, pedestrian dalam perbaikan, sungguh kami sempat worry dgn keselamatan anak2.






Kami sampai juga di seberang kampus IPB. Disana ada underpass yang mengkoneksi dengan pintu kebun raya. Kami sampai di dekat pintu tersebut, dan baru berasa nyaman. Pedestrian lebar seperti di luar negeri, hasil karya pak walkot dan wawalkot bogor. Nyaman utk duduk-duduk, bermain dengan anak dan olahraga. Soon area tersebut menjadi icon kota Bogor dengan memperkuat adanya sculpture besar, berupa 9 gawangan yang menggambarkan 9 pintu kerajaan Pajajaran. Sculpture2 ini masih konstruksi, tp sedikit lagi rampung. Ah semoga makin cantik kota kesayanganku.

Kami memutuskan naik angkot untuk pulang ke hotel. Ini merupakan pengalaman pertama Sena naik angkot, dia tampak nervous dan marah liat orang lain naek angkot jg (hahaahahah). 

Sampai di hotel, kami langsung sarapan. Restauran penuh (yang membuktikan occupancy hotel ini bisa jadi mendekati 100%). Tapi seating area masih kecover, kami dapat meja dan segera menikmati sajian. Harus diakui menu-menu di hotel 101, enak2. Saya cobain satu2, dan rasanya enak semua. Terutama bakery dan pastry. Renyahnya pas, suka!
Kami lama-lama bersantap dan menikmati sajian. Sampai saya inget, Allena sudah didaftar utk ikut kid's activity di hotel. Menarik sekali, mereka melengkapi kid's activity seperti berkebun, cooking class, playroom indoor, mewarnai, nonton bareng dan naik delman. Selain itu fasilitasnya kolam renang, fitnes dan spa.


Allena ga ikut berkebun krn kami masih jalan2 di luar, tapi sempat ikut cooking class. Menarik deh, mendekor banana cake dan kuenya boleh dibawa pulang. KAmi jg cukup lama menghabiskan waktu di playroom dan mini bioskop (saat itu memutar Baymax).

Ibu, adik dan ponakan saya menyusul, time to swim!




Kami sempat berenang sejam, anak2 susah sekali diajak berenti. Sampe akhirnya digotong ke kamar. Mandi dan beres2, anak2 langsung tidur siang. Kami seperti biasa minta late check out. Berhubung anak-anak tidur, kami ga bs keluar kulineran di surken. Akhirnya suami mutusin beli soto kuning pak yusuf yang tersohor. Seporsi 35rb, klo dibungkus makin banyaaak porsinya! Enak dan kenyaaang. Puas ih!
Kami cek out, tidak seperti cek in, proses cek out cepat. Yay!

Overall, we rate 3 stars from 5 for 101 hotel!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…