Langsung ke konten utama

on early 2017

2016 sudah tutup buku
klo dipikir2, bisa survive melewati 2016 tanpa kurang apa pun,
itu anugrah sekali

banyak hal terjadi di 2016, hal-hal yang saya cita2kan bisa tercapai di 2016, itu rasanya.... nyess bgt

1. Orang tua 
Alhamdulillah ayah ibu saya masih bisa melihat kami tumbuh dan berumah tangga hingga saat ini. Bulan Maret 2016, salah satu cita2 saya yaitu melihat pasangan ini bisa melangkah bersama ke Baitullah, dan Alloh berbaik hati membuka rumahNya untuk mereka. Alhamdulillah.

Kebetulan ibu dan ayah saya berangkat haji di tahun yang berbeda, buat mereka mungkin itu sudah suratan takdir yah, ibarat kata, undangan Alloh datangnya ya di waktu yang berbeda, ga bisa dipercepat ato dilambatin. Hal ini menjadi cita-cita saya, klo bisa (Aamiin Ya Rabb), saya bergandengan tangan dengan suami ketika memenuhi undangan Alloh. Jadi rasanya mewujudkan ayah ibu saya bisa berangkat bersama, itu semacam mewujudkan keinginan saya sendiri. Bahagianya pol! Berasa saya dan suami yang diundang :')

2. S2
Yay sekolah! 
Bukan, bukan saya. Setelah berambisi untuk melanjutkan master ketika baru menikah dulu, kemudian mengandung, dan dikaruniai anak, saya untuk sementara merasa cukup dengan ilmu ketika di bangku kuliah dulu. Rasanya, senin-jumat, 7 pagi ke 7 malam, sudah dihabiskan dengan macul. Kok ya rosone ga tega mo nambah waktu utk sekolah lagi dan ninggalin anak-anak. 
Akhirnya memutuskan, suami saya lebih prioritas untuk kuliah lagi.
Yes, he finally agreed to register magister programe, and soon will start the class this year. Probably in the next 2 year, we would together concern on his study. 

3. Hutang lunas
Salah satu (dari beberapa hahahaahah) hutang kami lunas, yay!
Senang sekali. Rasanya beban secara moril (dan juga realnya yah ahahahaha) berkurang banyaaak. Kami memang punya tanggungan ke bank, salah satunya hutang pembelian aset properti kami. Saya dan suami menargetkan untuk mempercepat pengembaliannya, terus terang pengennya bebas dari cicilan hahahaa. Salah satu yang lunas taun ini adalah, cicilan haji kami. Kebetulan saya dapet komplimen kemudahan dari kantor untuk pendaftaran haji, jadi saya manfaatkan kemudahan itu. Saya dan suami bisa daftar 3 tahun yang lalu dan dapat keringanan bunga, 0%. Bahagia bgt, krn kantor saya termasuk yang concern dalam memberikan kemudahan beribadah.

oh speaking 'bout hutang. Duh saya sebetulnya paling males berhubungan ama hutang. Ngutang dan dihutangi, sama2 saya hindari. Seringnya klo berkaitan ama 'dihutangi', saya kebagian 'sakit ati' dan akhirnya mengorbankan hubungan pertemanan yang sudah dibina. Well, itikad baik melunasi itu salah satu value pertemanan menurut saya, tapi saya bbrpa kali dikasih 'hit n run' sama temen yg minjem. Berakhir dgn saya legowo ikhlasin tapi ybs jadi ga prnah brani ngehubungi saya lagi. Minimal, klo belum bisa mengembalikan, kasih kabar aja. See, hutang itu berat.

Oh ya, saya dan keluarga pun pernah trauma masalah dihutangi. Kejadiannya sudah lama sekali, dan yang dihutangi adalah ortu saya kepada kerabatnya. Yup, bertahun2 tiada kabar pengembalian, ketika ortu dalam kondisi butuh sekali, dan diminta kembali, malah kecewa yang didapat. Yep, ketika meminta hak kembali, ortu saya malah dibilang pemeras.

Sedih yah, 
Banget.

Kecewalah karena ortu saya merasa selalu berusaha memprioritaskan untuk membantu orang ketika orang butuh, tetapi ketika mereka minta bantuan, yang didapati seperti itu. Akhirnya kami sekeluarga mencoba menutup luka-luka itu. Meminimalkan berkomunikasi dengan kerabat tsb, sehingga lambat laun kami berharap lupa akan kejadian itu.
Itu bertaun2 yang lalu. Kenapa tiba2 nongol di postingan ini? karena si sang kerabat tsb, setelah bertaun2, di akhir 2016, akhirnya mengontak ortu saya, dan beritikad baik utk mengembalikan. Case closed. Saya cuma berharap, orang tua saya bisa healing dari luka mereka. Selamanya. And start over a new and better relationship with them.
Tuh kan, hutang itu berat (2)! 

4. Truth discovered
Pernah baca ga? kenapa kita selalu selamat dan beruntung di berbagai kesempatan, itu karena Alloh menutup aib kita. kira2 gitulah quotenya.
Yes, saya punya seseorang yang beberapa tahun sempat sangat dekat dengan saya. Orang tsb cukup berpengaruh utk hidup saya. Tapi karena satu hal dan lain, saya terpaksa untuk memutuskan silaturahmi dengan ybs, krn saya merasa lebih banyak mudhorotnya. Yes. Saat itu saya berpikir begitu, yang terkadang masih saya sesali.
Itu sekitar 7-8 tahun yang lalu. 
Saya ga pernah dapet kabar ttg org tsb. Tapi entah bgmn tiba2 informasi2 ttg org tsb, muncul kepada saya. Dari masalah penipuan, menggelapkan modal orang, hingga terakhir di 2016, saya mendapat info dia menjadi tersangka krn bisnisnya ilegal. 
Alloh menolong saya. Rasa sesal krn memutuskan berhubungan dengannya langsung hilang. Ternyata benar, ketika aibnya terbuka, mata saya pun terbuka. Alloh menolong saya (2). Semoga Alloh juga menolong dia ya.

Intinya, ga banyak yang bisa saya tulis, tapi hal-hal yang saya syukuri tidak bisa ditulis dalam 1 postingan. 2016, luar biasa. Sedih sekali ketika harus menutup taun itu, rasanya saya sudah menyia-nyiakan waktu dengan percuma. Semoga saya lebih wise dalam memanfaatkan waktu tersisa yang diberikan Alloh. 

Yes, death are just there, right in the corner, 
Waiting. 
Use your time. Wisely. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…