Langsung ke konten utama

weaning. final chapter.

memasuki 30 bulan usia Sena
sejak September 2016, saya sudah sounding utk menyudahi kegiatan menyusui
baru 23 maret kemarin akhirnya saya bulatkan tekad utk total menghentikan kegiatan menyusui

sedih bgt. 

mengingat
menyusui itu menyenangkan sekali
mengingat
mungkin setelah Sena, kami tidak ada rencana untuk memberikan adik lagi
mengingat 
menyusui buat saya kegiatan ekslusif saya dan si anak, hanya berdua, tatap2an, nyaman bgt

Sejak September itu, sebetulnya saya yg belum bulat tekadnya, masih setengah hati. Setengah hati mengakhiri kegiatan menyusui.

Tapi
Sena semakin besar. Saya maksimalkan menyusui hanya sampai 30 bulan.

Kini dia 30 bulan. Due date depan mata, harus disudahi.

Day 1
Entahlah, ternyata tidak terlalu horor prosesnya. Sena sempat minta menyusu menjelang tidur, saya kasih susu UHT, saya usap2, kemudian dia tertidur. Tengah malam, dia terbangun, menangis kejer, saya usap2, kemudian tertidur kembali. Ada 2-3 kali dia terbangun, menangis, kemudian jatuh tertidur. sampai akhirnya pagi datang. Bangun pagi dengan gembira.

Day 2
Sena minta nenen, saya bilang nenennya habis. Saya tawarkan UHT, dia minum dan tertidur. Tengah malam terbangun, menangis, marah, lari ke ruang tengah, digendong, minta menggambar, dan ga lama jatuh tertidur. Malam itu cuma 2x dia bangun. Bangun pagi dengan gembira.

Day 3
Sena gelisah, mata masih terpejam, saya tawarkan UHT, dia langsung minum. Perut kenyang, minta pegang tangan dan elus siku saya. Kemudian jatuh tertidur. Bangun pagi dengan ceria.

Hari kedua dan ketiga tanpa menyusui, PD saya keras dan sakit. Tidak ada demam ato meriang, hasrat ingin menyusui rasanya sangat besar, tapi bertahan. Ketika mandi saya guyur air anget, lumayan bikin nyaman.

Sena sendiri pada siang hari ga pernah crancky. Dia dengan sadar bilang, "nenen momi habis yah, Sena udah besar yah" :')
Pinter bgt dan super kooperatif.

Per hari ini, masih on track, 'sakau' nenen udah ga ada. Malem hari masih relatif terkendali. PD saya mulai mengempis. 

What's left is Sena yang mencari tangan dan siku saya untuk kenyamanannya ketika bete ato masih ngantuk.
(Klo Allena nyari perut saya, and still on going until now :) )

Another milestone of Sena
my baby who grows becoming a toddler

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…