Langsung ke konten utama

the heritage city of Cirebon

Cirebon, kota tua banyak cerita

Bulan April ini banyaaak bgt libur, dari perayaan paskah, putaran dua pilkada, serta the holy Isra Mi'raj, dan ditutup nanti hari buruh pada tanggal 1 Mei. hampir 3 minggu berturut2 kami dapet bonus long wiken.

Belum punya rencana apa-apa untuk long wiken, suami sempat ngajak mudik, tapi saya klo denger 'mudik-ke-jawa-pas-longwiken' udah gentar aja, trauma dulu pernah jajal, trus Allena sakit krn kelamaan di mobil. 

Tapi ga kemana-mana, bosen juga. Akhirnya ulik-ulik traveloka, suami usul ajak ke Cirebon, getaway 1 malam aja. Akhirnya dipilih, long wiken kedua, diambil hari minggu dan senin, biar para pemudik jalur pantura udah cao duluan (oh serius ya, saya kerja di bekasi, tersiksa bgt klo lagi musim mudik, macettttt)

Day 1
Akhirnya minggu pagi, sebelum subuh, kami berangkat. Jemput Ayah dan Ibu saya dulu, langsung cuss menuju Cirebon. 3,5 jam waktu yang dibutuhkan untuk sampai di kota udang tsb. Kami langsung menuju ke Keraton Kanoman. Keraton ini berada di belakang pasar Kanoman, di pusat kota Cirebon. Sempat bingung krn lokasinya tersembunyi di balik pasar, akhirnya kami coba parkir di area pasar, dan berjalan kaki. Seru juga lihat banyaknya pedagang tradisional menjajakan hasil laut, mainan anak, buah-buahan segar, dan lain sebagainya. Kami berjalan kaki sekitar 5 menit, dan sampai di pelataran keraton. Kami disambut oleh seorang guide lokal, yang menunjukan area di seluruh keraton. Arsitektur Cirebon banyak terpengaruh oleh Cina, Hindu, Jawa dan Islam. Mayoritas bangunannya adalah utk kegiatan syiar Islam, tetapi bentuk-bentuk arsitekturalnya menganut Jawa Hindu dan diberi sentuhan Cina, krn istri Sunan Gunung Jati seorang putri Cina. Biaya guide di sini sekitar IDR 20K-25K







Setelah mengagumi secara singkat ornamen di keraton yang berusia hampir 600 tahun itu, karena tidak terlalu besar, kami segera menyudahinya dan menuju ke Keraton Kasepuhan. Berjarak 10 menit berkendara, kami tiba di lokasi. Agak crowded ternyata, saat itu ada tausiah dari Ustad Maulana di pelataran alun-alun keraton. Kami memasuki keraton. HTM IDR 20K/orang. Keratonnya cukup luas, sedikit berbeda dengan keraton kanoman, keraton kasepuhan didominasi material bata merah pada area luar, tetapi tetap menggunakan material beton, karang dan ornamen keramik pada bangunan utama.





Menjelang jam 11, kami menyudahi dan berjalan kaki menuju masjid Cipta Rasa di seberang keraton. Masjidnya unik sekali, ada sumber mata air yang diyakini membawa manfaat bagi penggunanya. Selain itu pintu masuk berupa jendela kecil, terdiri dari 9 pintu. Masjid yang cukup tua, berusia 500an tahun. KAmi rehat sejenak di pelataran masjid, adem bgt, krn udara cirebon ternyata panasss bgt. Setelah rehat, kami langsung menuju nasi jamblang Mang Doel, di seberang Mall Grage. Saat itu menjelang jam 12, belum terlalu ramai, kami bisa mengantri dan dapat duduk. Ini pertama kali kami mencoba kuliner nasi jamblang. Enak! meski menurut saya mirip nasi kucing Yogya, tapi enakan nasi kucing. Khas daun jati sebagai pembungkus nasi, gulai pelengkap dari udang dan kerang. Rasanya lezat. Jam 1 kami sudahi dan langsung menuju hotel tempat kami menginap, Aston Cirebon.


Ternyata lokasi hotel kami dekat sekali, dan Cirebon tnyata tidak macet, jadi butuh waktu 10 menit utk bisa mencapai hotel. Setelah registrasi, tnyata kamar kami belum siap, jadi kami tidak bisa early check in. Allena dan Sena menghabiskan waktu di plyagorund outdoor dan indoor. Suka deh, Aston Cirebon banyak bgt fasilitas utk kids activitiesnya, di outdoor ada becak mini, mini zoo, kolam renang, mini soccer, mini angrybird play. Ada pula mini golf utk para bapak. Di indoor, terdapat playground yang berisi meja, boneka, TV dgn film anak dan rumah-rumahan. Terdapat pula free rental untuk sepeda dan free ride naik andong di wiken pagi.



Kami menghabiskan waktu sambil menunggu check in, menjelang jam 2, saya registrasi ulang, dan rada bete, krn frontlinenya lamaaa bgt dalam melayani tamu. Hampir 30 menit utk bisa cek in, dan antrian tamu cukup panjang. Liat muka saya yg udah judes, petugasnya berusaha baek2in dgn kasih voucher diskon fasilitas hotel. Tapi tetep yaaah, saya ga bisa dibayar semurah itu! *efek kepanasan jadi gahar*

Akhirnya kami bisa masuk kamar, langsung nyes, liat kamarnya gedeee, nyaman bgt. Allena lgsg sibuk keluarin maenan yang dia bawa. Tapi saya paksa mereka tidur siang dulu, diimingi renang sore hari. Dilalah, semangad Allena lg on fire bgt, Sena udah pengsan, Allena tetap nyalang matanya. Sejam berlalu akhirnya saya nyerah, jam 4 saya ajak mereka berenang. Sena langsung bangun denger mau renang.

Kami renang dengan riang, terutama Allena Sena yang bahagia bgt bisa nyebur di hari yg panas. Kolam anak dan dewasanya gede, jadi bisa puas renangnya. Sekitar sejaman kami renang, kami sudahin dan siap2 beberes utk lanjut menuju Trusmi, pusat batik Cirebon.

Batik Trusmi berada di dekat jalur utama pintu masuk kota, sekitar 10 menit dari hotel. Kami tiba disana sekitar jam 5.30. Langsung brutal (suami donk yaaaah, dia kan gitu -,-) menjelajahi deretan batik2, dari yang murah ke yang mahal, dari yang cakep ke yang agak-agak. Ujungnya sih beli buat orang lain n anak, bukan buat sendiri. hihihi. Allena hepi bgt, krn dia dapet tas clutch lucu bentuk owl dengan motif imut. Sena gembira, krn bisa dorong2 keranjang belanjaan. Saya hepi, krn bisa dapet batik mure-mure, oleh2 untuk ponakan. Suami? ahh dia maah, liat tulisan buy 1 get  1, ato sale, udah girang bgt. hihihihi
Setelah magrib di Trusmi, kami menuju Empal Gentong H. Apud, tidak jauh dari trusmi, sektiar 5-7 menit. Ternyataaaaaaaa udah sold out, begitu pula Empal Gentong Amarta, disebelahnya. 2 terenak se-cirebon. huuhuh. Akhirnya masuk empal gentong mana aja deh yang buka. Kami masuk di empal gentong terdekat, tinggal jeroan, pelayanan rada lama, rasanya kurang (ga ada bawang daun, bawang goreng, ato pun jeruk). Duh. Tapi krn laper, yaudahlah yaaaa

Setelah kenyang, kami muter-muter kota Cirebon, menapak tilas, masa muda ibu dan ayah saya, mereka yang memiliki kisah cinta manis di cirebon. Bolak-balik di jalan siliwangi, yg konon ibu saya tinggal disana, sang ayah menguatkan kisahnya. Lucu deh, kisah yg terjadi kira2 40 taun yang lalu, kami anaknya hanya bisa senyum-senyum saja. 

Day 2
Rencana bangun pagi, dan nitip anak-anak ke ibu saya, krn saya dan suami ingin bersepeda pagi. Dilalah, Allena udah melek dari jam 4.30, excited! entahlah, krn pengen renang, ato takut ditinggal saya. Dia sempet denger rencana bersepeda pagi itu. Akhirnya jam 6, kami turun, menyewa sepeda dan berputar2 di sekitar parkiran hotel.
Jam 7, kami menuju area restoran, lengkap dengan perlengkapan renang. Kami langsung menikmati sajian sarapan, perut kenyang, lanjut renang dan main air. Allena sempat 'narik becak' lagi. Hobi bgt diaaa. Lama juga kami renang, hampir 2 jam. Allena Sena saya kasih 2x sarapan, biar ga masuk angin, hihihih.

Jam 10, kami beres-beres dan check out. PRoses cek out ga kyk cek in, cepet bgt. Langsung menuju Gua SUnyaragi, 6 menit dari hotel. Ekspektasi saya ga tinggi dengan situs ini, mengingat 2 keraton sebelumnya, biasa aja. Tetapi, ternyata seruuu dan menegangkan. Kami harus menyurusi lorong-lorong kecil dan gelap, berjalan di ketinggian dan menebak-nebak rute ruangan. Cuma panasnya ga tahan. Sena sempat manyun krn lemes kepanasan. Suami saya juga kurang nyaman, krn dia lama-lama pusing kepanasan. Cuma Allena yang masih semangat, penasaran ingin memasukin smua lorong. Sampe ketika kita pulang, dia bete bgt krn masih bnyk lorong belum dijajal. hihihi. Btw, gua ini HTMnya IDR 10K/org.


Menjelang jam 12, kami menuju arah pulang, mampir sebentar di empal gentong H. Apud, sungguh penasaraaan. Akhirnya kami kebagian juga nyicipin empal gentong tersohor ini. Enakk!!!! Perut kenyang, hati riang, mari kita pulang!
Perjalanan lancar, 3 jam kami sudah tiba di Bogor. Love our very long weekend!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…