Langsung ke konten utama

off to HK we go! (day 1 & 2)

DAY 1
Akhirnya tiba hari kami mesti berangkat. Flight kami jam 6 pagi melalui Soetta, jam 2 kami sudah di pool Damri Bogor. Anak2 excited, jd di bus pada melek dan main2 (girls! it was very early morning!), setelah bus jalan baru pada mulai tidur, kami tiba sekitar jam 3.30 di terminal 2. Langsung ke counter cek in, nunggu solat subuh baru boarding. Flight kami on time (Sesuatu yg saya khawatirkan mengingat mereka dari grup Lion). Kami menuju KL, dan di pesawat dapet in flight meal berupa roti sosis, cupcake, mineral water dan minuman hangat/dingin (saat itu saya milih susu soya, dan enak!). Flight ke KL, tidak ada inflight entertainment, ini bikin Allena kecewa (krn udah dimention pesawatnya ada tipi hahahahah). Kami tiba di KL, transit sebentar (Sktr 15 menit), langsung panggilan lagi utk ke HK. ketika boarding, Allena langsung hepi. krn ada tv-nya dan bantal kecil (yang bikin Allena jadi tidur, ga jadi nonton -,-). Menuju HK kami dapat meal kedua, isinya nasi lemak, dan enaaaak!


Kami tiba di Hong Kong International airport. Langsung beli kartu smartcard Octopus, harga adult dan anak2 beda. Setelah beli Octopus di counter MTR langsung naik MTR airport express ke Hongkong Island. Dari sana, langsung menuju ke hotel free shuttle bus. Oia hotel-hotel besar di HK, menyediakan shuttle gratis, cukup tunjukin boarding pass dan Octopus/tiket railway express. Kalo pun kita tidak nginep di salah satu hotel shuttle tersebut tidak mengapa, cukup turun di hotel terdekat trus jalan kaki. Tujuan kami adalah Causeway Bay, jadi kami ambil shuttle bus H3, salah satunya menuju ke Rosedale Hotel. Ini Hotel yg berbeda dengan kami, tapi sangat dekat, tinggal jalan kaki.
Setelah sampai hotel dan cek in, anak2 gembira masuk kamar. Kamarnya spacy, khas negara maju. Kamar kami dipenuhin 2 dewasa, 2 anak2, 2 koper sedang, 1 koper kecil, dan 1 stroller, langsung jadi gang senggol, hahahaha. Tapi karena disain yg baik, material baru dan modern, kami tetap nyaman. 
Setelah istirahat sejenak. Kami mulai mencoba menjelajahi area Causeway bay dan coba trial MTR. Destinasi pertama adalah Sugar Street! as I mention above, bahwa kami butuh tempat makan halal. Saya sempat brosing bahwa di Sugar Street ada warteg indonesia. Dan benar, sepanjang jalan itu saya dapati 3 warteg indonesia. Selain warteg, ada pula toko khusus gadget orang indonesia, cukur rambut orang indonesia, toko kelontong orang indonesia. Pun sayup2 saya dengar lantunan alunan suara mas Ariel Peterpan. Kami makan, 2 porsi ayam dan sayur dihargai 80 HKD (atau setara Rp 140rb). Porsinya besar, yang membuat kami belajar, bsok2 porsi tsb bisa buat berempat, jadi lebih hemat.



Setelah makan, kami menuju Causeway Bay Station, jalanan rameee dan riuh. Tujuan kami adalah Avenue of the star di Tsi Tsam Sui. Sungguh, sbtulnya kami trial GPS, peta MTR, suasana dll. KAmi sempet 'get lost' dan bingung, ilang arah mau kemana, mau liat apa. Bingung. Suami sempat bilang, udah kalo gtu kita balik aja. Saya tetep ngeyel, udah coba kita ikutin ni orang-orang rombongan rame mau kemana. Asli tanpa arah dan tanpa tujuan jelas, kami melangkah saja. Sampailah pada Avenue of the star, yang bikin kita ber oooh dan ahh. Kami sampai di promenadenya HK yang terkenal. Cantik! Kami cukup lama foto2, menikmati lampu2 malam pulau utama HK, duduk-duduk sambil dengerin live musik, sampai akhirnya memutuskan pulang. 


Day 2
Kami siap2 untuk sarapan di hotel, ketika turun ke lantai restauran hotel, diinfokan ternyata jatah sarapan hanya 1 orang krn teregister di Traveloka hanya 1 orang (my bad! saya ga ignore ttg jumlah orang, fokus pada jumlah kamar). Akhirnya diputuskan Allena Sena saja yang makan, saya hanya menemani, suami nanti nyari makan di warteg. Pun ternyata sarapannya ga cihuy, hanya roti, buah dan sosis, telor, dan menu sarapan ala HK yang ga yakin halal. Ga ada nasi! (penting yaaa buat bocah2). Akhirnya diputuskan, utk jatah sarapan besok2, dipakai suami, saya dan anak2 makan warteg aja, biar wareg!

Setelah selesai sarapan, suami bungkus nasi buat seharian di warteg, kami menuju halte Tram terdekat (skitar 200 m dr hotel), Shelter Street! Oya, setelah jajal MTR semalam, kami baru ngeh, bawah tarif MTR di HK tu mahaaaal. Jadi kami coba berhemat, sebisa mungkin memakai tram, yang tarifnya flat jauh deket, cuma 2,3 HKD (adult) dan 1,2 HKD (kid). Nah destinasi hari kedua adalah, Makau!

Untuk mencapai macau ferry terminus, kami dapat mengakses di dekat Western Market, jalur Keneddy Town. Kami naik tram sekitar 40 menit. Ih menyenangkan, karena semilir angin, dan pemandangan kota HK yang blend antara old and new. Senang sekali bisa melihat riuhnya kota ini. Sampai di terminal, kami menuju loket ferry, dan oh ya tiketnya rada pricey, anak2 di atas 2 tahun sudah kena charge. Per orang ke 112 HKD dan anak2 sktr 72 HKD. Untuk mencapai Macau, kami menyebrang dengan turbojet sekitar 40 menit, dan tiba di Macau cukup dengan visa on arrival.
Turbojet cukup nyaman, anak2 tidur smua ketika perjalanan pergi, saya sempat ke toiletnya, dan ternyata bersihhh dan baguus. Kursinya nyaman seperti di pesawat. Kami tiba di Macau menjelang siang, langsung keluar dari terminal, menuju Free Shuttle Bus yang disediakan oleh Casino-casino di Macau. Kami pilih bus LISBOA yang akan membawa kami menuju salah satu Casino, Grand Lisboa. Grand Lisboa berdekatan dengan Senado Square, tempat kami tuju.

Ada apa di Senado Sqr?
Senado Square itu taman yang lengkap dengan outlet2 serta terhubung langsung dengan reruntuhan kuno St Paul, salah satu icon kota Macau. Macau sndiri lama dijajah portugis, sebelum akhirnya bergabung dengan China. JAdi suasana kotanya berasa di Eropaaah. Banyak lorong-lorong sempit dengan jalan berbatu, banguna-bangunan ala renaissance yang banyak saya liat di foto-foto Eropaahh (belom prnah soalnya hahahah). Cantiiikkkk...

Senado Sqr ramaiii skali, kami bingung harus mencari tempat utk istirahat dan makan siang, mengingat anak-anak harus makan. Akhirnya kami nekat ngemper di sekitar taman, menikmati makan siang (dan jadi tontonan turis lainnya hiihhi). 

Perut kenyang, kami lanjut ke St Paul. Berjalan sekitar 10 menit, tibalah kami di St Paul. Kami jg berkunjung ke Museum of Macau, dan bisa liat kota Macau dari ketinggian. Allena semangad sekali, entah kenapa, Allena mirip dengan preferensi saya, dia suka sekali ke museum. Senang melihat2 foto, ornamen kuno, atau pun membaca peta. Dia suka sekali menjelajahi setiap sudut ruangan yang penuh dengan misteri. 






Selesai mengitari museum, kami turun kembali ke Senado Sqr, kami mencoba untuk naik bus umum saja mencapai ke ferry, krn sudah lelah sekali, membayangkan harus jalan ke Casino Lisboa. Kami naik salah satu bus, yang menuju ke Terminal Ferry, membeli tiket pulang, dan tidak lama langsung on board kembali ke pulau HK. Sampai di HK menjelang magrib, kami kembali naik tram. Suasana malam menyambut kami, dan bahagia sekali karena kami bisa leluasa memotret suasana malam dari atas tram. HK cantikkkk!

  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…