Langsung ke konten utama

off to HK we go! (day 5 & 6)

Day 5
Hari kelima, itinerary saya ke daerah Central. Tujuannya Ke The Peak Tram dan juga Li Yuen Street, tempat belanja oleh-oleh yang sudah saya rosing sebelumnya. Oia tempat oleh-oleh yang terkenal tuh bukan disana, tapi kyk Ladies Market, Mongkok, dsb. Tapi daerah itu cukup jauh dari tempat tinggal kami, pun naek MTR, boros hahahahaha. Untuk mencapai Central, kami cukup naek ding ding tram, mure merieeee semriwingg.

Jadi berangkatlah kita setelah sarapan, menuju Central. Untuk mencapai The Peak tram, kami turun di Cotton Tree shelter, stop terdekat. Dari sana kami berjalan kaki sekitar 10 menit, melewati Bank of China, bangunannya kalo di malam hari, catchy sekali. Panas dan menanjak, ketika sampai di loket, kami mayan ngosngosan. Saya mencari petugas untuk menanyakan tempat untuk redeem voucher (oia saya sudah beli jg di traveloka). Mencelos bgt, pas dibilang petugas tiketnya harus diprint. OMG, kebayang donk ngeprint dimanaaaa. Saya lgsg blank, cek lg etiketnya, dan bener, ada notif harus diprint. Ih kesel. Suami agak bete, smpe bilang, udah kita pulang aja. Saya keukeuh, udah ga usah, kita ntr sore kesini lagi aja. Akhirnya kita switch aja skedul, kami cari oleh2 saja biar ga bete2 bgt. Oia, ada mandatory project yang harus dilakukan, yaitu mencari Hard Rock Store, beli kaos utk bosnya suami ihihhihi. Alhamdulillah, dekat Central ada, kami menyusuri jalan mengikuti gmaps. Ketemu, bahagiaaa! Dan langsung menuju Li Yuen Street, ga jauh dari sana. Li Yuen Street jalannya pendek dan kecil, dsana cuma ada 1 toko oleh2. Klo berdasarkan info, bahwa harganya wajar udah murah, ga perlu tawar krn fixprice, dan lengkap. Untuk saya yg males nawar, duh kesini mah udah cukuppppppppp. Dan tak disangka, di Li Yuen Street juga ada toko grosir, yang menyediakan coklat murah muraaaah. Saya borong smua oleh-oleh disini. Tenangggg, oleh2 beres! Kami pulang ke hotel naik tram, sampai hotel skitar dzuhur. Anak2 lgsg tidur siang dan istirahat, saya menuju business center utk print tiket The Peak, 6 HKD/lembar, untung cuma 1 doang.

Selepas ashar, anak-anak sudah mandi dan makan, kami jalan lagi ke The Peak, dejavu krn baruuu aja tadi pagi lewat hihihi. Surprise! antriannya gilaaaaa. Rame bgt, dugaan kami krn banyak yg ngejar sunset dan view malem hari. Untuk sampai loket utama dan naik tram, kami butuh 1 jam antri, dan menurut saya, untuk standar pelayanannya kurang rapi. Tram yang kami naikin miriiiiiip bgt dengan tram di Penang Hill, cuma bedanya yg Penang modern, HK ttp vintage.

Sesampai di The Peak, ternyata itu berupa shopping center, yang isinya ada The Peak market, merchant2 makanan dan fashion. Oh iya, disini ada juga Hard Rock Storenya, zzzzz.Yang utama adalah rooftopnya, tempat sightseeing HK di malem hari. Ada tempat 3D artgallery lucu, kami asik foto-foto disana, krn di rooftop yah anak-anak terlalu berangin, lumayan penuh jd mereka ga nikmatin. Kami ambil foto sekedarnya saja.







Proses pulang ternyata sama dengan proses naik, antri dan rada chaos. Ih sungguh, ke The Peak ini rada zonk deh. 

Day 6
Hari terakhir di HK, ih sediiiiiih. Entah kenapa cuaca ikut sedih, hahahah. Sungguh, sepagian mendung. Kami berencana leyeh-leyeh trus mau main ke Victoria Park sambil nunggu sarapan. Packing udah beres, terbantu bgt krn saya pake vacuum bag untuk semua pakaian. Oleh-oleh udah ngisi satu koper sedang. Pesawat kami jam 3, tapi berhubung saya dan suami parnoan, jadi sebelum jam 12 harus udah di bandara. Rencana kami naik shuttle bus hotel ke Central Station MTR (jalur airport express) jam 9.30.

Akhirnya dengan berpiyama, sambil nunggu hujan reda, kami jalan-jalan menuju Victoria Park, taman yang tiap malem kami tonton dari kamar kami di lantai 22. Victoria Park lengkap utk fasilitas publik, baik sarana olahraga bahkan tempat main anak. Tapi kami ga smpet ke tempat main anak, krn tiba-tiba hujan gede. Kami buru2 ke hotel lagi, beres2 mandi sarapan, last packing dan final check. Langsung cek out dan nunggu shuttle. Huhu bye byee Rosedale!





Bersyukur bgt ada free shuttle bus, krn koper kami berat2, jadi tertolong lgsg menuju ke MTR airport express, kami smpat top up octopus, dan cuss naik airport express. Sampai di bandara, kami proses refund octopus, sambil nunggu counter cek in buka, kami makan siang dengan bekal kami. Nyempetin jajan di Sevel, untuk ngabisin koin yang ada hihihihi. Setelah proses cek in, kami langsung menuju gate kami. Ih seru, tnyata banyak merchant2 clothing yang murah2, jadi disini kami sempat beli kaos 3 biji dengan harga 100 HKD gambar Toy Story, sendal jepit Toy story 69 HKD utk 2 pasang, dan celana panjang anak seharga 80 HKD. Ih pas di bandara, kami lihat cuaca di luar, hujan gedeeee. Masya Alloh, mewakili skali ya, sedih hati ini harus pulang hihihiih.

Pesawat kami ontime, Sena bahagia krn bs nonton tv di pesawat, Allena seperti biasa lgsg pelor. Makanannya pun enak2, hari itu saya pesan chicken barbeque dan Spagetti Bolognese, enak smua! Setelah landing di KL, kami lanjut ke pesawat berikutnya. Pesawat kami sempat delay 30 menit, tapi anak-anak ttp hepi dan energize. Pesawat tiba, dan kami on board, gantian Sena yang ketiduran, Allena melek. Kami menikmati inflight meal kami, pizza dan cupcake, yum!!!!!!!

Tiba di jakarta jam 11 malem, langsung berasa bgt 'jakarta'nya, ga teratur, riuh dan a lil messy, hiihihhi. Tetep sih, ngangenin. Kami pulang dengan pesan mobil Grab, fuhh bersyukur bgt banyak taksi onlen bgini, slain murah, memudahkan kita (ga rempong bawa2 barang, ga bayar parkir (klo parkir inap), ga kudu nyetir, ga kudu mikir nyambung kendaraan lagi (klo naek Damri). Ahhh sejam saja kami tiba di rumah ibu saya, alhamdulillah. 

Thanks Alloh, kesempatan umur dan rezeki untuk melihat dan menginjakan kaki ini di belahan bumiMu yang lain. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…