Langsung ke konten utama

off to HK we go! (day 3 & 4)

Day 3
Tujuan hari ketiga kami adalah Pulau Lantau, tempat Desa Ngong Ping dan Big Buddha berada. Tiket Ngong Ping saya sudah beli via traveloka, dan dari hotel, kami memakai MTR menuju ke daerah Tung Chung. Sesampainya di stasiun Thung Chung, kami menuju ke loket utama Ngong Ping Cable Car. Oh ya, naik cable car itu untung2an, seringnya ga beroperasi klo berkabut, badai, hujan. Hari kami berkungjung, super ceraaah. Begitu sampai, antrian sudah panjang, tapi karena kami pakai voucher, jadi dapat fast track, dan langsung menuju loket. Meredeem tiket (Saya beli standar cabin, jauhhhh lebih murah dibanding di loket, bertiga tiketnya Rp 650rbuan, untuk pulang pergi, Sena belum dihitung).

Ini kali kedua kami naik cable car, memotong gunung. Experience pertama kali ketika ke Genting Island, Mly. Ga kalah keren! View laut, gunung dan kota HK, menjadi ambience kami. Akkkkk! Cantikkk bgt. Allena excited, while Sena a lil shaken, gugup hiihihihhi.



Kami tiba di Ngong Ping Village, panaaaaaas dan silau. Disambut suasana kota China kuno dan musisi perkusi dan drum lokal, sungguh kereen! kami lanjut mencari gazebo untuk makan siang. Setelah kenyang, kami menuju patung Big Buddha, Tian Tan Buddha. Untuk mencapai puncak, kami harus mendaki tangga, yang entah ada berapa. Saya gendong Sena di punggung, Allena jalan sendiri, suami bawa stroller. Entah berapa kali saya berhenti, semaput! Tapi Allena sungguh semangad, dia terus menerus menyemangati untuk jalan dan segera mencapai puncak.






Tiba di puncak, kami menikmati skyline kota HK, memandangi laut, pelabuhan dan cable car dari jauh. Setelah mendapat banyak foto, kami putuskan turun dan menuju ke kuil di pelataran desa Ngong Ping. Di kuil ini banyak yang beribadah, terdapat taman2 yang teduh dengan pohon rindang, serta seating area yang banyak sekali.













Setelah mengitari Ngong Ping, kami kembali dengan cable car menuju Tung Chung, Di samping stasiun MTR ini ada mall yg terkenal, Citygate Outlate. Infonya banyak barang branded yang diskon. Setelah numpang pipis disana dan beres2, kami memutari mall ini, trnyataaa, ga diskon2 bgt. hahaha. Masih murah juga belanja di mall jakarta. JAdi skipppp, langsung menuju hotel.

Day 4
Disneylaaaaaaaaaaaaaand!
duh ini wishlist bgt dari saya kecil, ihhihihi. Keseringan langganan majalah Bobo yang ada undian berhadiah ke Disneyland USA.
Tiket disneyland sudah saya beli via traveloka, saya beli 1 day pass without meal. Soalnya saya sempet brosing2, dan mencari tau ttg makanan disana, nampaknya saya kurang sreg untuk anak2, pun paketnya hanya 1x makan saja. Padahal kita rencana akan 2x makan (maksi dan makmal). Jadi yahhh saya pikir, ntr aja deh di Disneyland belinya. Walo saya paham juga, pasti akan lebih tekor. Nah tapi kami tetep aja nekat nyiapin bekel. Krn saya parnoan, anak2 ga boleh telat makan. Pokonya nanti klo ditanya petugas, saya akan jelaskan bahwa itu khusus anak2 terutama Sena. KAmi emang bawa porsi rada lebay sih, ahhahaha. Dilalah pas dicek petugas, semua makanan kami aman. Alhamdulillaaah, jadinya kami ga perlu jajan di Disneyland, mayaaan. Oia catatan ya, di Disneyland klo ga bisa bawa makanan berat, bawa snack2 saja spti roti ato cracker. Ini aman ga akan disita. Trus bawa tumbler utk minum, krn harga mineral water di sana bsia 10x lipat. Disneyland baik hati kok, nyiapin banyak spot utk minum. Jadi tinggal isi ulang.

Kami menuju disneyland menggunakan MTR, jalurnya sama dengan ke Ngong Ping, tapi nanti kami transit di stasiun Sunny Bay, dan pindah ke MTR khusus Disneyland. MTRnya lucuuuu, banyak nuansa Micky Mousenya, dari bentuk jendela sampai ke pegangan tangan. BAhkan ada bbrp ornamen khas Disney yang dipajang. Tapi dudul, saya ga sempat foto-foto di sini.

Sampai juga di Disneyland HK! yaayyyy, setelah pemeriksaan tas dan redeem voucher di main gate, melewati koridor utama yang berisi merchant2 dengan dekorasi kota (entah kenapa saya langsung inget Museum Angkut Batu), kami lgsg menuju ke Tomorrow Land, tempat Buzz Lightyear! Di sini Allena coba beberapa permainan, ada pula panggung tempat drama dari Star Wars. Ga semua kami cobain di section ini, tp yang paling berkesan itu pas naik wahana 4Dnya Iron Man. Animasinya keren! Oh Allena akhirnya ketemu idolanya sejak kecil, Buzz! Oia kami sempat makan siang jg di sini.








Lanjut menuju wahana kayak istana bonekanya Dufan, Sena senang bgt krn bonekanya lucu-lucu dan alunan lagunya enak (btw lagunya kok sama kyk Dufan yah hehehe). Setelah itu kami naik kereta api, dan menuju ke taman yang bercerita tentang semua Fairy Talenya disney. Tamannya keren, serta interaktif. Dari taman ini, kami menuju Toy Story Land! yayyy, kereeeen bgttt. Wahananya keren2, walo kami ga semua naik sih. Oh ya, keluar dari Toy Story Land, kami ketemu tempat makan halal, bangunannya kyk rumah betawi, dan ternyataaa disana ada mushola (kecewa krn sama sekali ga ada sign atopun notifikasi pada peta). Ini jadi tau krn ada muslimah turki yg infoin ke saya, ketika lihat suami solat di kursi taman. Thanks to you, sister!





Kami sempat naik semacam river cruise, saya lupa deh namanya, guidenya informatif dan cruisenya seruu, anak2 menikmati bgt. Menjelang magrib, Allena nagih naik roller coaster. Oh oke, suami udah pasti skip donk ya, terpaksa saya yg naik nemenin. OMG ternyata roller costernya, streesss kereeeen! Out of my expectation, kyknya itu roller coaster paling bagus yang saya naikin, bener2 ngaduk2 adrenaline deh ihihhihihihi

Kami niat menunggu jam 8 malam, krn mau lihat Disney Paint Night Parade serta Disney Fireworks jam 9 malam. Worth to wait! Allena udah cape, akhirnya tertidur di stroller. Pas parade mulai, saya bangunin, dan kereeeeeeeeeeeennn. 




Capee bgt, selesai kembang api, hampir seluruh pengunjung menuju MTR. Suami pake drama pulak, kartu octopusnya keselip. Doh! Akhirnya ketemu, dan kami langsung menuju Sunnybay dan kembali ke Causeway Bay. Oh ya, itu pengunjung bejubeeeel yah, tp salut deh, ga ada penumpukan di stasiun Disney atau pun Sunny Bay. Ih cool!

(continue to off to HK we go! (day 5 & 6))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…