Langsung ke konten utama

Unplanned Istanbul

Suddenly Turkey!

 Surprise bgt, pas tau2 suami bilang, kami sekeluarga akan ikut tur ke Turki. 
Ini sekitar akhir taun lalu, tiba2 suami nanya dgn manis, kamu klo mo milih Turki, Korea ato Dubai?
Saya spontan bilang, Turki laaah! Kan semi-semi yurop...hihihihihi
Tapi ya udah gitu aja, ga ngarep2 ato ngayal2, krn tau ke Turki mahaaaaall.

Dan paksu juga ga ngomong2 lg, cuma sempet minta paspor kami berempat, trus ga bahas apa2.
Sampai awal taun kemarin rada clear, ternyata paksu ngajak kami beneran ke Turkey di long wiken bulan februari.

Terus terang, ga seperti trip2 yang lalu, dimana saya yang beli tiket, beli akomodasi dan siapkan itinerary, trip ke Istanbul ini 'gelap'. Bener2 ga tau sama sekali, berangkat kapan, pulang kapan, naik apa, kemana aja, dsb dsb. Sampai last minute deh, beberapa 2-3 hari sebelum berangkat, akhirnya saya terima detil perjalanan.

Saya packing pun H-1, mana saya ga sempet ngajuin cuti (krn bener2 blas ga paham itinerary), pun saya ada kerjaan di kantor dan di hari kita berangkat, ada rencana visit guru-guru dari sekolah Allena. Hastagaaah, pala mo pecah bgt dah.

Jadi hari H, saya masih ke kantor selesain pekerjaan, tengah hari izin pulang krn mau kejar home visit para guru, jemput anak2 di rumah ortu saya sekalian pamit. Langsung cao balik ke rumah, yg mana para guru udah nyampe duluan (krik krik krik)

Saya kira homevisit itu sebentar, entah kenapa, obrolan santai dgn para guru mengalir tanpa ingat waktu. Tau2 sudah sore jam 4an, padahal saya mesti jalan jam 5 ke bandara. Kondisi, anak2 belum mandi sore, belom makan sore, koper masih ada yg kebuka, dan perkiraan traffic menuju bandara macet, krn mo long wiken. huhuhuhuhu lemeeessss.

Para guru pulang, saya secepat kilat beresin smua-muanya. Jam 5 teng, smua koper sudah naek ke mobil, anak2 dah wangi dan kenyang, saya cus ke bandara. Sebelum brgkt saya cek gmaps, dan bener saja, macet dimana2. Akhirnya di sekitaran tol tangerang, saya nekat keluar tol, dan pakai jalan tikus (dipandu gmaps), dan 2 jam saja saya sampe di Soetta, yang mana pas ngobrol2, ada temen dari depok berangkat jam 3, dia nyampe Soetta ga jauh beda ama saya. Duh kebayang ih sutris. Saya seperti biasa pake parkir inap, dan alhamdulillah langsung dapet parkir deket pintu masuk dan dekeeet bgt ama mobil shuttle. Bawa 2 kids, 2 luggages, 1 stroller, penuh keringet bgt deh bisa nyampe ke terminal 2. Suami saya nyusul langsung dari kantor (dan sama kejebak macet dari arah semanggi), kita ketemu langsung di terminal. Liat mukanya langsung lega deh, setelah lelah sangat rentetan kegiatan seharian itu.

Kami trip dengan travel. Saat ini ada bbrp kluarga yang ikut juga. Pesawat kami tengah malam, dan transit di Doha, Qatar. Perjalanan ke Doha sekitar 8 jam, dan dilanjut penerbangan ke Istanbul Turkey sekitar 4 jam.

Ini long flight pertama kami smua, dan trip musim dingin pertama kami juga. Anak-anak excitednya ampun2an. Apalgi kami naik Qatar, yang mana beda bgt yak ama budget flight yang selalu kami andalkan ahhahahahahaha. Klo biasanya kami udah hepi bgt, dapet makanan alakadar di pesawat ato dapet entertainment on flight (seperti ketika ke HK dengan Malindo) ato dapet jatah bagasi banyaaaak, di Qatar kami semua bahagia.... Terutama anak2. Inflight entertainmentnya lengkap bgt, sampe ada macem ipod, ato stick game. Suami sumringah parah. Anak2 dapet kids meal lengkaaaap bgt (saya yang ngacai, pingin juga), terutama ada kids kit sih (semacam set permainan, lengkap dari alat gambar, buku, dkk). 2x flight berangkat, 2x flight pulang, anak2 menang banyak ahhahahahahaha. Sena malah rikues, minta boneka aja, dituker ama set kids kit-nya. Bahagia deh doski, dapet boneka lucu bentuk gajah, yang sekarang dibawa kemana-mana.

Kami tiba di Doha subuh2 (subuh klo waktu indonesia, saya ga pahamlah itu sebetulnya jam brp klo waktu Qatar). Jadi yang kpikiran cuma solat subuh. Airport Qatar, masyaAlloh bagusss n modern bgt. Emang beda deh ya ni kelasnya orang kaya arab, ahhahahahaa. Kami asik mengagumi segala fitur2 di airport, dan akhirnya kami harus boarding lagi menuju Istanbul. Oh ya, first encountered with cold adalah ketika kita keluar pesawat untuk transit di Doha, dan masuk ke belalai. Brrrrrr, langsung dingiiiiiin. Untungnya masuk airport suhunya menghangat dan nyaman.

Kami terbang lagi ke Istanbul. Begitu landing, kami disambut airport yang bisa dibilang 11-12 ama Soetta, rada kumuh dan ga terkelola dgn baik. Anak-anak saya siapkan baju dingin, kupluk, sarung tangan dan syal leher. Sedari rumah, mereka semua sudah pakai boots, jadi sudah anget. Bener saja, keluar bandara lgsg disambut cold breeze, 7 derajat. Sialnya, perlengkapan suami lupa saya siapin, ada di koper smua.

Kami langsung naik bus, dan menuju kota Istanbul. Hari itu jatuhnya hari Jumat siang di Istanbul. Kami langsung menuju sekitaran Ayasophia untuk makan siang. Makanan ala turkey selalu sama urutannya, ada appetizer, main course dan dessert. Kami selalu disuguhkan roti dan sup, makan utama serta buah, yang paling sering ketemu yaitu jeruk sunkist yang seger2 bgt. Alhamdulillah, anak2 cocok makannya, saya bahagia krn makanannya halal haahahhahaa, jadi makan no worry bgt. Beda bgt pas ke HK terakhir, yang mana kita cuma jajan di warteg indonesia. Fave saya tuh, roti yang ada keju-kejunya, duh namanya apa ya, enakk bgt deh. Menu yang selalu saya ambil klo sarapan di hotel.

Setelah makan, kami berjalan menuju pelataran plaza yang luas di depan Blue Mosque. Blue Mosque ini iconic sekali, besar dan cantik bgt. Untuk masuk, terutama wanita harus pakai pakaian tertutup dan berhijab, pengelola memberikan hijab gratis bagi tamu. Tamu pun harus melepas sepatu, dan pengelola juga menyediakan plastik di pintu masuk untuk wadah sepatu. Kami awalnya ingin solat dzuhur dan ashar, tetapi ternyata di dalam sangat crowded, terutama angin dingin yang menusuk. Ga kebayang wudhunya blrrrrr. Kami cuma sebentar di Blue Mosque, dan pindah menuju Ayasophia/Hagia Sophia, yang berada di seberang Blue Mosque.










Ayasophia, masuk dalam wishlist saya. Ayasophia, bangunan fenomenal yang jadi perebutan 2 agama besar. Islam dan kristen. Di awal pembangunan, masa kejayaan roman dahulu, dimana kota istanbul dikenal dengan konstatinopel, penguasa ingin dibuatkan bangunan yang tidak kalah mewah dengan bangunan di Yunani. Tetapi ketika konstatinopel jatuh ke tangan Islam, gereja ini diubah menjadi masjid, dan kemudian bbrp kali alih fungsi antara gereja-mesjid-gereja-mesjid, akhirnya ditetapkan menjadi musium. Oia, disini banyak diceritakan ttg kebesaran tokoh Islam, Mohammad Al Fatih, yang mana saya dan Allena penasaran bgt sama kehebatannya. Seorang yang diramalkan oleh Rasul 800 tahun sebelumnya, dapat menaklukan Konstantinopel, sebuah negara adidaya saat itu di area eropa.

Ayasophia itu kerennyaaaaa ampun2an. Walo sedang ada yang direnovasi, tapi interiornya misterius dan menarik sekali. Kami suka sekali jalan menuju ke lantai 2, tidak dibuat tangga, tapi ramp saja. Bangunannya dari granit, lantainya dari batu alam yang besar-besar. Ornamen khas yunani terlihat di beberapa sudut, seperti pintu masuk. Cukup lama kami di Ayasophia, sambil menikmati interiornya yang indah.












Dari Ayasophia, kami berjalan kaki di pusat kota Istanbul, menikmati dan berbaur dengan warga lokal. Banyak tukang roti prezel berjualan, juga tukang kacang kenari. Duh saya penasaran pengen nyicip. Kami menuju ke pusat kerajinan keramik khas turki. Dimana, pengrajin ini sudah ada sejak jaman kekhalifahan Ustmani. Karyanya cantik2 (dan mahaaaaaaaaaaaaal), saya warning allena dan sena untuk berhati2 agar tidak menyenggol keramik cantik2 ini. Kami disini melihat cara pembuatan dan disuguhi teh apel anget khas turki. Hangattt, manis2 asem. Setelah makan malam chinese food terkenal di sana (mayan ketemu nasiiii), kami kembali ke hotel dan istirahat.













Kami stay di Double Tree by Hilton. Kamarnya gede dan modern. Lobinya juga oke. Wifi kenceng dan ketika kami sarapan, semuanya enaaak. Meski ga ad nasi (hiks hiks), tapi anak-anak lahap dan kenyang.



Hari kedua, kami menuju Musium Al Fatih yaitu Panorama 1453 Muzesi. Museumnya bercerita tentang Mohammad Al Fateh (sultan Mahmed), yang berhasil menaklukan negara Adidaya Konstantinopel, sebuah negara yang menganut agama kristen ortodoks (roma), menjadi negara Islam. Klo dibayangin, besarnya konstatinopel itu besarrrrrrr bgt. Ternyata gabungan dari negara turki, serbia, bosnia, dsb dsb yang skrg udah merdeka berdiri sndiri-sndiri. Musiumnya seru, ada cerita ttg Konstatinopel, masa kekhalifahan Al Fatih, sampai ruangan replika 360 derajat suasana masa perang.










Setelah keliling musium, kami menghabiskan waktu di tamannya yang cantik. Anak-anak gembira karena ketemu banyak burung-burung dan kucing (eh kucing di turky, sumpaaaah unyu-unyu bgt). Kami mampir ke outlet kulit, jadi di Turky terkenal dengan kualitas kulit premium. Cakep2 sih, tapi mahalll. Harga sepotong jaket, bisa beli motor, kasarannya gitu. JAdi kami liat-liat aja.

Setelah dari toko kulit, kami menuju istana Topkapi. Istana yang tiba-tiba tren setelah debatnya Ust Felix Siauw dengan ustad abal-abal abu janda. Sungguh saya makin penasaran. IStananya ini tidak seperti kebanyakan bangunan di Turki yang kental dengan kubah dan menara. Bangunan Topkapi seprti istana-istana di Eropa. Luas dan cantik sekali. Kami sempat masuk ke ruangan khusus, yang menyimpan tapak Rasul (saya dan suami sampe nangis gemeteran loh), melihat pedang perang Khalifah Ustman dan sahabat2 nabi yang lain. Ah sedihnya, kami terasa remah2 dibandingkan orang-orang pilihan tersebut. Kami mengambil foto cukup banyak, karena Topkapi cantik sekali. Sayangnya Sena tertidur pulas disini.









Setelah kami selesai diTopkapi, kami menuju pusat perbelanjaan IStanbul. Kami menuju toko TUrkish delight. Mhhh wangiii dan manis bangettt di sini. Kami tidak beli apa-apa, krn setelah itu akan menuju ke pusat oleh-oleh di Grand Bazzar Ottoman.

Ahhh saya ga sabar, bayangan pasar khas timur tengah. Dan sesuai dugaan, keren lohhhh (dari sisi arsitektur yah). Kami borong turkish delight, Baklava (cemilan manisss bgt yang saya udah penasaran bgt), pernak-pernik cinderamata, dan beberapa sabun khas turki. Oia, hati2 dgn penjual lokal. Mereka sering kali tidak clear harganya dan akhirnya cenderung maksa. Mending dari awal ga PHPin nanya-nanya, klo ga niat beli, karena bisa ditodong bgt. ahahaha (kejadian di paksuami). Dan jangan nodong harga langsung 50% (nawar ala orang indonesia), tapi minta saja diskon. Belanjaan banyak bgt, kami menuju tempat makan malam. Masih dengan menu autentik khas turki, kali ini sup jamur yang rada kecut, tapi enakkk. Ples main course, potongan ikan yang lezat bgt deh.











Setelah makan malam, kami menuju ke Taksim Square. Malam itu terhitung malam minggu, dan prediksinya ramee bgt. Saya memutuskan tidak ikut turun, karena anak-anak sudah kelelahan dan Taksim Square rada kurang aman untuk turis. JAdilah suami yang turun. Balik-balik, doski bawa sepatu baru, yang katanya diskon parah di salah satu mall. Mhhhhh

Hari ketiga, kami langsung menuju pengrajin karpet. Oh iya, ni pengrajin juga turun menurun entah dari jaman khalifah siapa. Yang pasti, salah satu karpetnya yang indah-indah ini, pernah memenangkan juara apa gitu di New York, dan harga tu karpet, seharga rumah ples mobil. Lemes. Ga ada satu pun peserta tur yang beli, apalagi kami hahahahah. Eh tapi, harganya yang selangit itu, emang sebanding sih, abis bikinnya bener2 manual satu-satu benang. 





Dari sana, kami menuju ke Bosphorus Cruise. Kami naik kapal dan melintasi lautan yang membelah Turki bedua Eropa dan Turki benua Asia. Kami menikmati teh hangat dan roti prezel. Kami sightseeing, dan beruntung sekali, kami ketemu dengan kapal selam turki. Kami berhenti di sebuah istana yang berdisain arsitektur perancis. Istana ini milik salah satu sultan (lupa sultan apa, tapi kiblatnya selalu ke Perancis). Jadi meski ada sentuhan Islam, tapi blass tu bangunan bener-bener ngeropa. Untuk masuk, kami harus menyarungi sepatu kami dengan penutup khusus yang disediakan oleh pengelola. Serta tidak boleh mengambil foto di dalam. Alhamdulillah, hari itu, langit biru  dan sinar matahari yang hangat pertama kami rasakan di Turki. Setelah cruise, kami kembali lagi ke Taksim Square. Taksim sqr siang hari, ramai dan seru. Ada penjual Es Krim turki, kebab, pengamen lokal, dan trem yang penuh sesak. Ih seru. Kami sempet nyobain kebabnya, yang dimakan Sena banyak bgt. Suami ngajak saya ke toko sepatu yang semalam dia datengin, eh bener loh. Asli murah2 bgt, dan itu barangnya memang asli, bukan KW. Saya nyesel cuma beli 1 hihihihhi.








Setelah dari Taksim Sqre, kami makan siang di sebuah resto khas Indonesia. Allena tiba-tiba liat Popmie, dan dia rikues, indomie telur rebus. Yang akhirnya diikuti oleh hampir semua peserta tur. MAkan siang ini merupakan akhir dari perjalanan kami di Turki. Kami harus langsung ke bandara dan kembali ke Jakarta via Doha.



Sedih dan cape. Tapi anak-anak hepi bgt. Flight ke Doha menyenangkan, kami tiba tengah malam buta di Qatar, tapi anak-anak ttp energized, jadi kami sempatkan main di playgroundnya yang berbahan tembaga (ahahhahaha mahal amat dah materialnya). Iseng-iseng masuk toko oleh2, trus langsung keluar. Ih mahal2 ye. Istirahat sebentar, beres2, gantiin baju anak2 dan saya nyempetin izin ke pak bos (bolos 1 hari). Kemudian, kami diminta boarding dan kembali ke Jakarta. Di pesawat anak2 nyaman, dengan mainan dan makanannya. Alhamdulillah. Kami tiba di Jakarta Senin siang, dan langsung kembali ke rumah. Safe n sound.

oia, tips utk uang saku. Better jangan beli Turkish Lyra di Jakarta, karena jatuhnya mahal sekali. Beli dollar saja dan tukar di bandara. Harganya cakep.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…