Langsung ke konten utama

weekend getaway to KL

to KL we go!

Sebetulnya di awal suami saya udah mention, dia mo dinas ke Bali, dan merencanakan kami agar nyusul dan wikenan di Bali. Trus tung itung, knp tiket ke Bali mahal bgt yak? Duh akhirnya diputuskan, ga jadi. Sedih sih, abis ke Bali itu selalu menyenangkan ihihihihi.

Tiba-tiba suami bilang, klo dia pngn bgt ajak ortunya ke KL, saya diminta cari tiket, dan ternyata ketika hunting, dapetlah tiket ber-6, yang setara dengan tiket ber-3 ke Bali. Wawww, trmasuk muraaah. Akhirnya kurang dari seminggu, diputus ke KL, saya lgsg hunting hotel dan siapin itinerary.

3 hari saja di KL, dan sebagian besar tujuannya sudah pernah kami kunjungi taun 2013. Saya sih ttp semangad, apalagi Allena, karena dia semangad bgt mau liat lagi tempat2 yang 'samar-samar' dia ingat. Yah maklum yah, doski ke sana umur 2,5 tahun. Tapi dia banyak inget krn sering liat-liat foto lama trip-trip kami di Facebook. Oh ya, saya memang memanfaatkan fitur album foto di Facebook, krn enak bgt, bs lgsg ngupload ratusan foto. Lumayan ada server gratisan heheehe.

Saya ga ajukan cuti terus terang, trip dadakan begini ga akan bisa deh, krn sistem kantor saya mengakomodir permintaan maksimal 2 minggu sebelum. Jadi saya pasrah dah. 

Persiapan khusus ga ada, saya packing H-1, nyempetin beli cemilan dulu untuk snack anak-anak selama ngetrip, nyempetin nuker ringgit, dan aktifin Priopass XL. Oia, insiden ilang Hp 2 bulan lalu, menyebabkan saya ganti Hp dan memutuskan berlangganan XL prioritas. Nah salah satu fiturnya XL prioritas, yaitu ada Priopass ini. Saya cukup aktifkan sekali, dan besok2 klo ngetrip keluar negeri, udah langsung on. Ga nambah2 biaya lg. Fasilitas inet di luar negeri penting bgt buat saya, krn buat pesen grab, cek gmaps buat cari jalan, cari info ttg tempat wisata, tetep konek ke whatssapp, dsb. JAtohnya murah bgt dengan XL, krn pake kuota inet existing saya. Pengalaman dulu pas ke HK, buat 4 hari, saya mesti bayar 500rb ke Indosat. Untuk Priopass, cukup 1x aktifkan saja, di XL center, seharga Rp 150.000, online utk 3 hari. Oia, dan hepi bgt, untuk bisa aktifkan Priopass, memang kudu dateng ke XL center. PAs nyampe, rada bikin bete, krn XL center rame bgt, dan antri. Tapi tnyata XL Prioritas, punya booth layanan sendiri, jadi langsung dilayani hehehe.

DAY 1
Sabtu pagi, kami semua berkemas untuk menuju Soetta. Pesawat kami menjelang makan siang, jadi pagi hari masih bisa sarapan dan nyiapin bekel. Kami naik Lion Air, yang alhamdulillah, baik pergi mau pun pulang, on time. Kami terbang menuju KLIA. KLIA beda dengan LCCT. Hanya budget airlines yang menuju ke LCCT, dan buat saya KLIA modern sekali, Soetta terasa kumuh euy. Sad to say, but true.
Rada was-was deh, perkiraan cuaca selama trip, hujaaan deres. Benar saja, ketika kita landing, Sepang hujan deras. Setelah bagasi keluar, kami mesan grab untuk langsung menuju hotel. Hari itu sabtu, menuju pusat kota lumayan padet, dan masih hujan hukss.

Kami stay di Swiss inn hotel di daerah Chinatown. Review yang saya dapet, makanannya enak. Cuma rada illfill ketika cek in, ternyata kami harus bayar pajak turis. Dari sekian trip kami, baru kali ini kami bayar pajak turis di hotel. Ketika masuk ke kamar pun, ternyata sebagian besar hotel lagi direnovasi, yang bikin ribet akses menuju kamar, karena pindah2 lif. Membingungkan pulak, karena ga ada sign. Paling zonk, adalah ketika masuk kamar. 1 dari 2 kamar yang diberikan kepada kami, ternyata out of order. Perlu waktu 1 jam buat kami, untuk dapat pengganti kamar. Suami saya udah jengkel. Saya cuma batin, untuk keep-calm-we're-in-vacay.

Akhirnya kami bisa masuk kamar, dan surprise, kamarnya spacey alias cilik. Heheheh. No wonder sih harganya murah bgt, tapi anak-anak hepi. Dan amenities kamar lengkap, tempat tidur nyaman, dan kamar mandinya okay.

Setelah beres solat dan mandi, kami sempatkan makan dulu (rapelan makan siang dan malam) di nasi kandar dekat hotel. Yuuum!!! duh fave bgt, dan ternyata mertua saya juga menikmati kuliner ala Penang tsb. Setelah makan, kami langsung menuju ke KLCC. Cita-cita utama yaitu nonton air mancur menari dan main di playground. Setelah lelah, kami sempat jajan es Milo (yg Milo-nya coklat bgt itu ya), dan kembali ke hotel untuk istirahat.



DAY 2
Kami sarapan pagi buta. Kami tamu pertama yang muncul di restauran. Jam 7 di KL, masih gelap. Ga berekspektasi banyak, setelah kejadian zonk saat cek in, jadi kami ga ngarepin banyak dari menu makan. Out of expectation, menu sarapan yummm smua. Menunya ga banyak, tapi enak. Menu sereal dan jus cukup lengkap. Makanan utama terdiri dari set nasi lemak, sosis, telur dan kentang, bubur dan pho. Oh saya jatuh cinta pada roti croissant dan puding rotinya, duh enak bgt.

Di hari pertama kami bertemu Driver Grab yang baik hati. Kami menyebutnya Miss Shanty. Beliau mengetahui rencana kami di hari kedua akan mengunjungi Berjaya hills dan Genting. Miss shanty yang berprofesi sebagai agen property ini, menawarkan untuk anter ke sana dgn tarif grab. Krn di Berjaya hills dan Genting akan susah mencari Grab untuk turun lagi ke KL. Setelah hitung-hitung waktu dan biaya, klo pakai kendaraan umum, jauhh lebih mahal. TOtal biaya keluar dengan miss Shanty, 211 MYR (PP KL-Berjaya-Genting-KL). Miss Shanty jg berbaik hati menunggu kami. Oia, tarif 211, itu tarif tiket masuk Berjaya Hills, grab dan tol. Untuk total 6 pax, kami cukup hemat biaya dan waktu. Untuk menuju Berjaya hills, bisa jg pakai shuttle, dengan harga 55 MYR/pax. Menuju Genting pun bs pakai bus, yang saya lupa harganya berapa.

Sejam kami sudah tiba di Colmar Tropicale Berjaya Hills. Colmar merupakan replika desa di Perancis. Isinya ada restauran, hotel dan tempat main. Kami sebentar saja disana hanya untuk foto-foto, kami melanjutkan dengan shuttle free menuju ke Japan Village. Japan Village seru deh, suasana desa jepang-nya kental. Di sana ada penyewaan Kimono dengan harga 80 MYR. Saya niat bgt, bawa yukata anak-anak untuk foto-foto. Udara di Berjaya Hills sejuk, seperti di Puncak. Kami sampai sekitar jam 11 di Berjaya Hills, langsung menuju Genting Island, berjarak sktr 30 menit berkendara. Kami di drop Miss Shanty di Awana Skyway Terminal. Gedungnya satu gedung dengan Outlet Premium Mall. Suami saya udah gelisah pengen mampir, tapi karena waktu yang mepet, jadi terpaksa diurungkan, puk puk. Kami naik Skyway oneway, dicharge 8 MYR per pax. Kami berhenti di Chin Swee Temple. Terakhir kami ke sana, di 2013, temple dan station ini belum jadi. Saya kagum sendiri. Dengan kontur yang terjal, akses ke temple sangat nyaman, karena disediakan eskalator yang memudahkan. Di temple luassss dan sejuukkkk. Anak-anak berlarian kesana kemari. Kami menikmati makan siang kami di gazebo yang tersedia di pelataran kuil. Udara yang dingin tapi sejuk, membuat anak-anak nyaman sekali.









Kami tidak lama di kuil ini, kami stroling sejenak dan kembali ke terminal Chin Swee untuk melanjutkan perjalanan ke terminal akhir, Genting resort. Saya sudah janjian dengan miss Shanty untuk di pick up di lobi First World hotel, terus terang kami sebetulnya pengen muter-muter di Genting, tapi saya janji dengan Allena untuk mampir ke Petrosains museum di KLCC. Jadi kami kejar-kejaran waktu untuk kembali ke KL.

Semua lancar, kami sampai di loket Petrosains just in time, 2 jam sebelum loket tutup. Hanya saya dan anak-anak yang masuk, karena suami dan kakek nenek prefer untuk cari makan malam dan muter-muter mall. Petrosains masih keren. Allena pertama kali datang umur 2,5 tahun, hanya sedikit yang mungkin dia ingat. Beside, I always re-tell the story about our trip to KL by photos, so she remembers a very little, but very excited.

Allena dan Sena bener-bener menikmati sesi exploring di Petrosains, hampir semua peragaan dicobain. Sayangnya kami ga bisa ngejer show 3D movie terakhir. Karena saya sempet berhenti dulu untuk makan malam di resto. Padahal selisih cuma 10 menit. Anak-anak kecewa huhuhuh.

Setelah selesai mengeksplorasi Petrosains, 2 jam saja kira-kira waktu yang optimal untuk mencoba tiap sudut museum ini, kami keluar dan janjian dengan kakek nenek di pintu masuk. Kami lelah, karena hari itu 3 tempat disambangi. Jadi hanya kepikiran, pesen grab dan pulang.

Sesudah beres-beres, kami kepikiran untuk belanja oleh-oleh. Jadi sehabis magrib  kami rapih-rapih dan jalan menuju MYDIN di sektiar pasar seni. Dari hotel ke MYDIN sangat dekat, hanya berjalan kaki sekitar 7 menit. Kami borong coklat cadbury dan kit kat di sini. Oleh-oleh aman, kami pulang, dan nyempetin beli es krim di booth Mc D seberang MYDIN.

DAY 3
Kami lebih santai karena hari itu kami akan cek out. Rencana hari itu yang dikunjungi hanya Batu Cave, Central Market dan Dataran Merdeka. Kami tiba di Batu Cave cukup pagi, dan Allena Sena udah ga sabar mo main dengan burung merpati. Dan benar saja, begitu sampai di pelataran BAtu Cave, kami cukup lama main sama burung, saya udah siapkan biskuit untuk pakan burung, jadi anak-anak makin gembira. Setelah puas (walo dipaksa berenti), kami lanjutkan naik ke puncak kuil, suami saya ogah ikutan, jadi dia nunggu di bawah. Allena kuat jalan sendiri, tp Sena sudah diduga, baru beberapa anak tangga udah minta gendong, yang akhirnya kakek dengan senang hati untuk gendong. Batu Cave lagi masa renovasi, jadi sedikit pucat tidak warna warni seperti kekhasan kuil Hindu. Kami cukup lama menikmati kemegahan kuil ini dan berinteraksi dengan satwa monyet di bagian puncak. Anak-anak bahkan sempat jajan pisang, hihihi.

Kami turun dan balik lagi anak-anak bermain dengan burung, dan dipaksa berenti lagi dengan sogokan es kelapa di jalan menuju stasiun kereta. Kami memang berencana untuk jajal MTRnya KL, abis klo naik grab terus, kek kurang berasa tripnya hihihi. Tapi too bad, sampai di stasiun dan kami sudah beli tiket, ternyata keretanya baru ada  1 jam lagi, dan terlalu mepet dengan skejul cek out. Suami dah mulai bete (efek kepanasan), Allena mulai rungsing, saya mulai spaneng. Akhirnya kita putuskan panggil grab (dan entah knp tiba2 hp saya eror dah). Akhirnya hampir 15 menit galau ujungnya hp saya balik normal, dan kita balik ke hotel utk cek out.

Kami beres-beres dan cek out. Nyempetin makan siang dulu di nasi kandar trus jalan-jalan ke Dataran Merdeka (saya baru sekali ke sana, ternyata semacam alun-alun di tengah kekhasan kota tua-nya KL). Anak-anak hepi bgt ketemu lapangan luas, bisa lari-lari, dan saya asik ambil foto-foto. 

Setelah sktr sejam kami disana, kami lanjut strolling ke Central Market. 5 tahun yg lalu kesana, dan tidak berubah banyak. Kami ga rencana belanja, krn udah borong di MYDIN. Tapi saya masih hunting Milo. Akhirnya dapet, dan setelah survey sekilas, ternyata di Central Market malah mahal-mahal ih. Kami jalan kaki pulang menuju Petaling, dan membungkus nasi untuk makan sore. 

Ketika lagi asik nyiapin sangu, anak-anak main sama kucing liar, alhasil Sena bentol-bentol seluruh badan. Kami buru-buru ke hotel untuk bersih-bersih dan ganti baju. Masih gatal-gatal, Sena sempet rewel ga nyaman. Tapi Allena pinter bgt bisa nenangin adek, sampe akhirnya Sena mulai merasa nyaman. 

Kami menuju bandara naik grab. Proses cek in semua lancar. Kami sempatkan makan malem (early yah, ngikutin jadwal makan anak-anak hehehe) sekaligus solat ashar. Proses imigrasi dan boarding lancar, dan kami siap kembali ke Jakarta.

Highlight dari trip ini yaitu hepinya mertua saya, ini merupakan experience pertama mereka ke luar negeri, dan betapa menyenangkannya liat suami hepi bgt bisa nyenengin orang tua. Semoga ada kesempatan lain untuk bisa bawa orang tua liat dunia lebih luas.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Slow cooker, temanku..

Berhubung bukan ratu dapur...alias bener2 ga ngerti alat perang di dapur, saya bener2 terbantu dengan penemuan slowcooker utk memasak makanan allena

Buat saya yg kerja, waktunya ga banyak utk Allena, tapi pengen terlibat banyaaaaak dalam urusan yang masuk ke perut allena, jadilah alat ini sangat membantu. Klo digodok (ya itulah, bahasa emak2, artinya dimasak dalem rantang, tpi dikasih wadah air dibawahnya, trus dimasak agak lama di kompor, kira2 gtu), ga akan sempet utk saya yang berangkat subuh, pulang isya. Sebetulnya bisa aja, tp saya harus bangun jam 3 pagi, untuk berkutat dengan kentang, wortel, zukini dan teman-temannya. Duh rempong juga ya.. Secara roh saya jg masih wara wiri kali, hehehe.

Sebetulnya bisa juga saya titipkan urusan masak memasak ini dengan ibu saya, ato dengan ART di rumah, tapi kok ya rasanya saya ga mau. Cukup deh, saya ga bisa 24 hr/7 days di dekat Allena, jangan sampe masalah makannya, saya jg ga bisa handle. Sebetulnya ini untuk menghapus rasa bersalah aj…

10-baby-thingy must have item (11! i revised)

ini postingan sebetulnya udah lamaaa bgt pengen dibuat,  tapi ga sempet2. Baru sempet kepikiran, karena ini merupakan pengalaman pribadi saya sendiri, dan baru kerasa pas anak kedua, ada beberapa barang yang ternyata lumayan pricey, tapi worth to have, malahan must have karena sangat bermanfaat. oke, let's start..
1. Pompa ASI saya ingatkan yaah, ini memang berdasarkan pengalaman saya. Mungkin di ibu baru lainnya, item ini akan tidak diperlukan. Semuanya depends on her condition. Kondisi saya? saya ibu bekerja. Untuk saya pompa ASI sangat bermanfaat, untuk mensupport saya agar bisa ASI exclusif hingga 2 tahun. Pengalaman dengan Allena, saya pumping sampai H-1 Allena usia 2 tahun, dan berhasil disapih di usia 30 bulan. Saya pakai pompa ASI, merk Medela, mini electric. Pompa ini saya peroleh dari lungsuran kakak saya. Saya sempat pakai 2 type, Medela Harmony (manual), itu pun lungsuran kakak saya. Tetapi ternyata partnya gampang banget robek, apalagi type pemakaian seperti saya, yan…

staycation: The 101 hotel and resort bogor

Mendadak staycation jadi turis sehari di kota sendiri
November ini blass kita cuma menikmati kota Bogor. Rencana ultah anak-anak di pertengahan bulan, bikin ngerem (budget) dan juga nyicil persiapan (ini sebenernya ga jelas jg sik, hahahah).  Tapi yang jelas wiken, kdg abis waktu cm buat balikin nyawa aja buat persiapan weekdays berikutnya hiihihhi.
Trus tiba2 rezeki dateng, suami bilang, dia dapet voucher nginep di The 101 hotel Bogor. Ahhh asikkk, lgsg semangad packing bwt staycationan.
hari sabtu tiba, saya memastikan rumah beres dulu. Setelah masak, nyiapin anak2 (mandi makan) dan bibi kesayangan bantu beresin rumah, baru deh kita siap2 berangkat. Hari itu bertepatan pula dengan konser piano 2 sepupu Allena, jadi skedul kami adalah, pergi ke hotel, cek in dan langsung menuju tempat konser (yang dilaksanakan di sebuah hotel lain di bogor).
Saya udah penasaran bgt sama hotel ini, lebih kepada karena lokasinya, yang berada di sentra kuliner pecinan khas Bogor. Buat turis dari Jakarta,…